Dua Perampok Bercelurit Ditangkap

PAKIS- Jajaran Reskrim Polsek Pakis, berhasil menangkap dua pelaku perampokan bercelurit pada Sabtu (15/3) akhir pekan kemarin. Kedua tersangka itu adalah Suhan bin Samari, 30 tahun dan Marudi alias Edin, 32 tahun yang sama-sama warga Dusun Baran Buring RT 01 RW 07 Kelurahan Buring Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Mereka melakukan perampokan terhadap Sailan, 45 tahun, warga Dusun Gedangsewu RT 02 RW 06 Desa Kedungrejo Kecamatan Pakis. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa tiga buah celurit, uang tunai Rp 5,5 juta, empat buah handphone, dua buah kain cadar, dan satu unit sepeda motor nopol N 5758 DU.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai kekerasa yang ancaman hukumannya minimal 15 tahun kurungan penjara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Pakis Ipda Roni Marghas SH kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, peristiwa perampokan yang dilakukan tersangka terjadi pada Jumat (14/3) dini hari. Saat melakukan aksinya, mereka berjumlah tiga orang. Modusnya, mereka masuk ke rumah korban melalui jendela samping. Kemudian, mereka langsung masuk ke dalam kamar korban yang sedang tertidur dan mengalunginya dengan celurit.
Korbanpun tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dibawah ancaman para pelaku, korban pasrah menyerahkan harta bendanya digarong oleh para pelaku. “Saat itu, para pelaku mengambil uang tunai sebesar Rp 30 juta milik korban yang tersimpan di dalam laci dan sebuah HP Esia,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya tersebut.
Puas mengambil harta korban, para pelaku pun pergi menggunakan sepeda motor milik salah seorang tersangka. Usai perisitiwa itu, korbanpun melaporkan tindak kejahatan yang dialaminya ke Mapolsek Pakis. Petugas yang datang ke lokasi kejadian, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti.
Tidak butuh waktu lama, pada Sabtu (15/3) malam kemarin petugas berhasil menangkap kedua pelaku di rumahnya masing-masing. “Kami dapat menangkap pelaku, berkat penyelidikan yang telah dilakukan sebelumnya. Yakni melalui pelacakan terhadap no HP esia korban yang ikut dibawa oleh para pelaku,” terangnya.
Sedangkan untuk satu orang pelaku yang belum tertangkap, dikatakan Roni Marghas, pihaknya sudah mengantongi identitasnya. “Saat ini, seorang pelaku lagi tengah kami buru. Keberadaanya, sudah terdekteksi oleh anggota kami,” jelasnya.
Sedangkan dihadapan penyidik yang memeriksanya, Marudi mengatakan yang mempunyai ide perampokan tersebut adalah AR yang saat ini masih buron. “Saya sebelumnya tidak pernah melakukan perampokan, ya baru kali ini. Saya juga bukan residivis,”  keluhnya. Dia terpaksa melakukan hal itu, karena terlilit hutang.
Hasil perampokan sebesar Rp 30 juta, dia mengaku hanya kebagian sebesar Rp 6 juta dan Suhan kebagian Rp 5 juta, sedangkan sisanya dibawa AR yang kabur. “uangnya saya buat membayar hutang dan sisanya buat beli dua buah ponsel. Sisanya ya hanya Rp 300 ribu ini,” tuturnya. Sedangkan uang jatah tersangka Sumari utuh sebesar Rp 6 juta. (big/aim)