Selamat Berkat Kirim SMS

PONCOKUSUMO - Sebanyak 29  pesepeda anggota klub Sobo Wono Malang (SWM) yang tersesat di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil ditemukan oleh  tim SAR gabungan kemarin siang. Mereka seluruhnya ditemukan selamat di sekitar Gunung Tutup. Sebelumnya, mereka dinyatakan hilang kontak sejak Minggu (16/2) malam.
“Alhamdulillah seluruh pesepeda  telah ditemukan dengan selamat. Sebagian dari mereka harus ditandu saat dievakuasi, karena lemas akibat mengalami dehidrasi,” ujar Koordinator Tim SAR  Gabungan Sarjono kepada Malang Post kemarin.
Sebanyak 29 pesepeda klub  SWM mulanya berkumpul di Arjosari pada Minggu (16/2) pagi. Tujuan mereka, bersepeda menjajal tantangan jalur sepeda di lautan pasir sekitar Gunung Bromo. Mereka sampai di Posko Jemplang Gunung Bromo Kecamatan Poncokusumo sekitar pukul 07.00 wib.
Kemudian, mereka langsung turun ke bawah ke lautan pasir untuk menaklukkan rintangan jalur sepeda yang telah ditentukan. Setiba di persimpangan Gunung Benjor perbatasan Kecamatan Poncokusumo dengan Kecamatan Tumpang, mereka mengambil jalur yang salah, karena saat  itu jalur tertutup kabut.
Mereka baru sadar keika memasuki siang hari. Lantaran kondisi jalur yang dilewati semakin ektrem dan sepi. Kendati demikian, mereka tetap melanjutkan perjalanan. “Saya kira jalur ini bisa tembus ke Desa Taji. Tapi  ternyata mentok. Karena di depannya sudah jurang yang cukup curam dan tidak ada jalan lagi,” kata pembina SWM Sunardi.
Saat itulah anggota SWM sadar bahwa mereka sedang tersesat. Untuk itu, mereka sepakat untuk bermalam di tempat tersebut sembari mencoba mencari bantuan. Sunardi mencoba meminta bantuan melalui SMS  kepada salah seorang temannya. “Beruntung, sinyal ponsel ada satu hingga dua bar. Sehingga saya bisa mengirim SMS kepada teman saya. Bahwa kami tersesat,” ucap pria berusia 54 tahun ini.
Namun, bantuan yang ditunggu hingga Senin (17/3) pagi hari belum juga datang. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan mulai lemasnya mayoritas anggota SWM, karena tidak membawa konsumsi dan mengalami dehidrasi. Akhirnya mereka sepakat, balik arah meninggalkan tempat tersebut, tanpa membawa sepeda mereka.
“Saya bilang, sepeda ditinggal saja. Kalau dibawa, mereka nantinya akan semakin lemas, karena membawa beban yang cukup banyak,” terangnya. Saat kembali itulah, satu per satu anggota ambruk pingsan. Beruntung tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Trengganu, GM FKPPI dan SAR Mahameru segera menemukan mereka.
Kemudian mereka sekitar pukul 10.30 WIB  langsung dievakuasi menuju Posko Jemplang. Proses evakuasi berjalan tidak mudah. Lantaran cuaca saat itu kurang mendukung, dengan terjadinya kabut dan hujan di mayoritas area TNBTS. Belum lagi petugas SAR Gabungan, harus menandu  para pesepeda  yang lemas.
Akhirnya, seluruh  pesepeda  berhasil dievakuasi di Posko Jemplang sekitar pukul 14.00 wib. Kemudian, seluruh survivor  dibawa ke Balai Desa Ngadas Kecamatan Poncokosumo, untuk mendapatkan perawatan maupun pertolongan. Menurut Sunardi, peristiwa tersebut merupakan pembelajaran bagi tim yang bermarkas di kawasan  Sawojajar 2 itu.
“Sebenarnya, kami sudah biasa gowes di area Gunung Bromo ini. Namun, saat tersesat itu, kami nekad tetap melanjutkan perjalanan. Ini merupakan kesalahan kami, yang tidak akan diulangi. Saya juga mengucapkan minta maaf karena merepotkan seluruh pihak. Selain itu, atas nama tim saya berterimakasih  kepedulian tim SAR gabungan kepada kami,” tutupnya. (big/nug)