Nekat, Curi 330 Ekor Ayam Tetangga

BULULAWANG- Sumaryanto alias Antok, 31 tahun warga Dusun Krajan Desa Kasembon Bululawang dan Handoko, 25 tahun warga Desa Jampangan Dampit, sejak kemarin mendekam di sel Polsek Bululawang. Keduanya mencuri 330 ekor ayam milik Abdul Aziz, 50 tahun warga Dusun Krajan Desa Kasembon Bululawang.
Dari tangan kedua tersangka, petugas menyita satu buah buding dan satu unit truk nopol N 8415 UJ yang digunakan sebagai alat kejahatan. “Kedua tersangka kami jerat pasal 363 KUHP tindak pidana pencurian pemberatan, ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” ujar Kapolsek Bululawan Kompol A Napitupulu kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, pencurian yang dilakukan tersangka terjadi pada 25 Februari lalu, sekitar jam 19.30 WIB. Mulanya, tersangka mengajak kawannya Handoko untuk melakukan pencurian tersebut. Merekapun berangkat bersama-sama menggunakan truk menuju kadang ayam milik korban yang sekaligus tetangganya, Abdul Aziz.
Sesampainya di kandang, korban langsung masuk ke dalam menemui penjaga yakni Supriyanto. “Modusnya, tersangka  bilang kepada penjaga kandang ayam, bahwa dirinya disuruh pemilik ayam untuk mengambil ayam. Penjaga tidak curiga, karena tersangka sudah terbiasa mengambil satu dua ekor ayam milik korban,” terangnya.
Namun, alangkah kagetnya penjaga tiba-tiba tersangka merusak kandang ayam berukuran besar dengan buding. Lantaran ketakutan, penjaga tersebut tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu, dengan mudahnya tersangka dibantu Handoko memindahkan sebanyak 330 ekor ayam, dari kandang dan diangkut ke truk yang sudah dibawa sebelumnya.
“Saat itu tersangka Antok bilang kepada penjaga, sudah tidak perlu banyak tanya,” kata perwira menengah (Pamen) dengan satu melati di pundanya tersebut. Usai mengangkut 330 ayam itu, keduanya langsung ngacir begitu saja tanpa rasa bersalah.
Keduanya menjual seluruh ayam tersebut ke penadah berinisal MM di Kecamatan Dampit senilai Rp 9 juta. Sedangkan keduanya dapat ditangkap dini hari kemarin, di masing-masing rumahnya, berkat penyelidikan yang dilakukan petugas,
Dihadapan penyidik yang memeriksanya, Antyok mengatakan uang penjualan itu dibagi dua dengan Handoko. “Saya melakukan hal itu, karena butuh uang. Saya mempunyai hutang banyak di BPR,” kilah Antok. Sedangkan pelaku masih mengejar salah seorang penadah penjual ayam yang masih buron. (big/aim)