Bertengkar dengan Anaknya, Caleg PKB Tewas

MALANG POST - Harapan keluarga Atok Abayazid (40) asal Blitar, menjadi caleg PKB nomor urut 4 untuk mempunyai anggota keluarga anggota dewan kandas. Pasalnya, sang calon meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit usai bertengkar dengan anaknya.
Atok adalah caleg PKB yang berkompetisi di Dapil IV meliputi Kecamatan Wates, Sutojayan, Panggungrejo dan Binangun. Caleg dengan 3 anak tersebut menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju RS Ngudi Waluyo Rabu (19/3) pagi pukul 09.00 WIB.
Atok meninggal dunia usai bertengkar hebat dengan anaknya, Ayatullah Arik Abayazid yang masih berumur 13 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMPN 1 Wates. Diduga Atok mengalami serangan jantung usai bertengkar dengan anaknya.
Pertengkaran tersebut bermula saat Arik meminta uang sebanyak Rp 20 ribu kepada Atok. Namun Atok menolak permintaan anaknya tersebut. Tak terima permintaannya ditolak, sang anak marah-marah hingga terjadi adu mulut yang berujung adu fisik diantara keduanya. Atok terjatuh dan membentur meja serta ke lantai hingga mengalami luka memar di dada dan telinga kanan. Selang beberapa menit usai bertengkar, Atok masih bisa duduk dan meminta dipijit oleh salah seorang tetangganya. Namun, ia mengeluh dada kanannya sakit.
Diantar kerabatnya, ia pun dibawa ke rumah sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Namun di tengah perjalanan Atok mengalami kejang-kejang dan akhirnya dibawa ke rumah bidan desa setempat. "Tadi sebenarnya tujuan kami ke rumah sakit, namun karena di tengah perjalanan Pak Atok kejang-kejang akhirnya ke rumah bu bidan," kata Jarno, kerabat Atok kepada wartawan.
Atok sempat diberi nafas buatan, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhir di rumah bidan tersebut. "Sudah tak tertolong," ungkap Jarno lirih.
Sementara anak korban, Arik, dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Menurut Kapolsek Wates, AKP Rusmin pihaknya masih menunggu otopsi dari rumah sakit. "Kami masih menunggu hasil otopsi dulu. Kami tak mau gegabah menangani kejadian ini," kata Rusmin saat ditemui wartawan.
Kabar kematian Atok terdengar rekan-rekannya. Beberapa pengurus partai tampak hadir di rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Atok. (jpnn/udi)