Muji Diperiksa, Syamsul Dilimpahkan Kejaksaan

MALANG – Dua kasus pelanggaran pidana pemilu yang dilaporkan Panwaslu Kabupaten Malang ke Polres Malang, terus dikebut. Kemarin penyidik Reskrim, memanggil H Muji Mulyo S.Sos MM, Caleg DPRD Kabupaten Malang Dapil V nomor urut 4 ini untuk dimintai keterangan. Caleg dari PKB ini, diperiksa terkait laporan Panwaslu pada Rabu (12/3) lalu.
Dugaan pelanggaran yang dilakukan Muji Mulyo, pada 9 Maret 2014 sekitar pukul 10.15, di Dusun Salamrejo Desa Kedungsalam Kecamatan Donomulyo. Pelanggarannya, karena menggunakan Masjid Roudlotul Muslimin untuk kegiatan kampanye.
“Tadi (kemarin, red) Muji Mulyo memang kami periksa. Kedatangan dia, setelah dua kali pemanggilan. Pemanggilan pertama tidak hadir karena alasan menunggu pengacaranya. Dan tadi dia datang dengan didampingi dua orang pengacara. Setelah ini berkasnya akan segera kami limpahkan ke Kejaksaan untuk pelimpahan tahap satu,” ungkap Kanit Idik IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH M.Hum.
Muji menjalani pemeriksaan mulai pagi dan berakhir sekitar pukul 12.30. Namun usai pemeriksaan, baik Muji dan dua pengacara sama sekali tidak mau angkat bicara. “Tidak usah, tidak usah ditanya,” kata salah satu pengacaranya.
Sementara itu, untuk kasus pelanggaran pidana pemilu yang dilakukan caleg DPRD Provinsi Jatim Dapil 5 nomor urut 1 dari Partai Hanura, Ir M Syamsul Arifin, sudah mulai masuk babak baru. Berkas penyidikan perkara Syamsul sudah dinyatakan lengkap (P21). Bahkan hari ini, rencananya berkas beserta tersangka Syamsul akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen.
“Untuk Syamsul, berkasnya sudah P21. Besok (hari ini, red) berkasnya akan kami limpahkan tahap kedua, yaitu dengan menyertakan Syamsul sebagai tersangka,” terang Sutiyo.
Syamsul dilaporkan karena melakukan pelanggaran pidana pemilu yang terjadi pada 28 Februari lalu, di Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo. Saat itu secara terang-terangan, membagikan sembako kepada 250 warga yang terdiri dari, petani kelapa sawit, jamaah masjid, lansia, serta kepada karang taruna.
Isi sembako yang dibagikan berisi satu kilogram gula pasir, dua bungkus mie instant serta dua saset kopi bubuk. Nilainya setiap paket sembako sebesar Rp 15 ribu. Selain memberikan sembako, dia juga memberi santunan kepada 20 anak yatim. Setiap anak mendapatkan Rp 20 ribu. Dia juga memperagakan cara pencoblosan pada contoh surat suara kepada masyarakat yang hadir.(agp/aim)