Ibu Tiga Anak Jadi Kurir Narkoba

Tersangka Wiwit Supranti (kanan) dan Seleman

DAMPIT – Niatnya hanya coba-coba, tetapi justru malah mengantarkannya ke dalam balik penjara. Nasib itulah yang dialami ibu tiga anak asal Dusun Sumbergesing, Desa Bumirejo Kecamatan Dampit, yaitu Wiwit Supranti. Dia ditahan karena mengkonsumi sekaligus kurir narkotika jenis sabu-sabu (SS).
Dari tangan wanita berusia 38 tahun tersebut, polisi mengamankan sepoket SS serta HP Nokia yang digunakan transaksi. Selain Wiwit, polisi juga menangkap Seleman, 41 tahun, warga setempat. Seleman adalah pengedar SS di wilayah Kecamatan Dampit. Barang buktinya, sepoket SS, timbangan elektrik, uang Rp 400 ribu sarta dua klip plastic transparan.
“Mereka berdua ini ditangkap di rumahnya masing-masing. Pertama kali yang diamankan adalah Wiwit, yang kemudian berkembang dan menangkap Seleman. Penangkapan mereka berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian kami lakukan penyelidikan,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani.
Tersangka Wiwit yang mengaku sudah lama ditinggal pergi suaminya, mengatakan kalau dirinya baru pertama kali masuk ke dalam dunia gelap narkoba. Dia baru sekali mencicipi serbuk haram tersebut, kemudian ditangkap petugas.
“Saya beli ke Seleman baru sekali saja. Dan sudah saya pakai sendiri di rumah. Saya memakai SS itu karena ingin mencoba, katanya setelah memakai kondisi tubuh bisa fly,” tutur Wiwit.
Sementara Seleman, mengaku sudah dua kali ini terlibat kasus narkotika. Sebelumnya dia pernah dihukum selama empat tahun. Dia mendapat pasokan SS dari seorang temannya asal Surabaya. Setiap bulan, dua kali dia mendapat pasokan SS.
“Saya sudah lebih lima kali membeli SS dari teman. Setiap sekali beli biasanya 2 – 3 gram. Satu gram SS seharga Rp 1,3 juta. Selain saya pakai, sisanya juga dijual dengan diecer,” tutur Seleman.(agp/aim)