Razia Balap Liar, Amankan Pengedar Pil Koplo

Ipda Sri Ngariadi menunjukan barang bukti berupa 22 sepeda motor yang diamankan.

SINGOSARI- Bermaksud melakukan operasi balap liar, Sabhara Polsek Singosari justru meringkus seorang pengedar pil koplo, Jefri Adi Priyono, 32 tahun warga Kecamatan Buduran Sidoarjo.
Tersangka kedapatan membawa 100 butir pil koplo, saat terjaring razia di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari Jumat (21/3) dini hari. “Polsek Singosari tidak mempunyai ranah untuk mengusut kasus narkoba. Untuk itu, pada pagi hari tadi (kemarin), tersangka kami limpahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Malang,” ujar Kanit Polsek Singosari Ipda Sri Ngariadi kepada Malang Post, kemarin.
Menurutnya, saat itu jajaran Sabhara Polsek Singosari mengadakan razia balap liar, sesuai instruksi dari Kapolsek Singosari Kompol Deki Hermansyah. Kemudian ditindaklanjuti dengan menggelari razia balap liar di sekitar Lapangan Desa Randuagung, tempat yang biasa dipergunakan untuk melakukan balap liar, yang meresahkan warga.
Saat itu petugas memeriksa satu per satu kendaraan sepeda motor beserta kelengkapan pengemudinya. Saat itu, ada sepeda motor Suzuki Satria FU tanpa plat nomor, mencoba untuk kabur menghindari razia. Namun, oleh petugas berhasil dihentikan. Saat melakukan pemeriksaan, petugas menemukan 100 pil koplo di saku jaket tersangka.
“Tersangka tidak bisa mengelak atas temuan barang bukti 100 pil koplo tersebut. Kemudian, saat itu juga tersangka kami gelandang ke Mapolsek Singosari untuk diamankan,” ungkap perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya itu.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas, tersangka mengaku mendapatkan pil koplo dari Surabaya dan akan dijual di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. “Kami tidak melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam lagi. Karena hal itu merupakan kewenangan penyidik,” terangnya.
Sedangkan dalam operasi balap liar yang dilakukan, berhasil mengaman sebanyak 22 sepeda motor. Dua unit diantaranya, diduga kuat merupakan hasil kejahatan pencurian kendaraan bermotor. Untuk itu, pihaknya menyerahkan berkas perkara dua buah unit sepeda motor itu, ke jajaran Reskrim Polsek Singosari untuk dikembangkan.
Sedangkan untuk para pelanggar yang terjaring dalam razia tersebut, pihaknya hanya memberikan pembinaan. “Sebanyak 19 sepeda motor yang kami amankan, hanya dilakukan sidang tindak pidana ringan (tipiring). Setelah mereka melengkapi dokumen dan membenahi sepeda mereka sesuai standar, bisa langsung diambil tanpa dipungut biaya,” tuturnya.
Sri Ngariadi menghimbau kepada seluruh pembalap liar yang terjaring dalam operasi, agar tidak mengulangi perbuatannya. Lantaran hal itu bisa membayakan keselamatan pebalap itu sendiri, maupun pengguna jalan lainnya. (big/udi)