Polres Belum Tentukan Musibah Atau Pidana

BATU – Polres Batu belum menentukan kesimpulan apakah ledakan elpiji milik Hing David Wijaya, warga Jalan Abdurrahman II/5 Kota Batu, Kamis (20/3) sebagai musibah atau pidana. Penentuan bisa dilakukan dilakukan setelah ada pemeriksaan terhadap pemilik gudang, David Wijaya.
‘’Belum ada kesimpulan hingga saat ini (kemarin), apakah ada unsur pidana atau musibah. Kami terus mendalami penyelidikan. Apalagi pemilik gudang, David juga belum dilakukan pemeriksaan, jadi masih harus menunggu perkembangan,’’ ungkap Kasubag Humas Polres Batu, AKP Yantofan kepada Malang Post, kemarin.   
Menurutnya, Polres Batu sudah mendapatkan hasil Labfor Polda Jatim untuk sementara bahwa ledakan tersebut karena adanya kebocoran tabung tiga kilogram. Pada tabung elpiji tiga kilogram itu ada kerusakan pada ujung saluran sehingga gas keluar.
Dari keterangan lain juga menyebutkan, ada saluran udara dari gudang ke dapur karena lokasi yang berhimpitan. Saluran itu yang diduga membuat gas dari gudang masuk ke dapur. Begitu ada pemantik api, gas langsung meledak dengan dahsyat.
Meski sudah ada hasil labfor, kata dia, hasl itu belum cukup untuk menentukan apakah kejadian itu benar-benar musibah. ‘’Tunggu keterangan lain, termasuk dari pemilik gudang,’’ kata dia.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap David dan anggota keluarga akan dilakukan setelah mereka betul-betul sembuh. Kapan waktunya belum bisa ditentukan karena masih menunggu kesehatan. Untuk melakukan pemeriksaan, mereka yang diperiksa harus dalam keadaan sehat dan bisa dimintai keterangan sebenar-benarnya.
Disinggung apakah kasus tersebut akan di Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3), dia belum bisa memastikan.”Kami belum mengarah kesana. Sekali lagi kami tegaskan, semua masih butuh pendalaman hasil dari Labfor, olah TKP, dan keterangan saksi-saksi,” tegasnya sembari mengaku belum mengerti berapa saksi yang sudah diperiksa penyidik.
Selain itu, apakah ada laporan dari warga yang meminta ganti rugi serta ingin memidanakan pemilik gudang LPG, sejauh ini Polres belum menerima tuntutan warga yang jadi korban ledakan.
Sebagaimana diketahui, Kamis (20/3) kemarin sekitar pukul 04.30 wib terjadi ledakan tabung gas di gudang milik David Wijaya (57) warga Jalan Abdurrahman RT03 RW06 Kelurahan Ngaglik (sebelah kantor Samsat). Akibat ledakan ini, sedikitnya 25 rumah rusak, baik kaca pecah, atap rumah rusak, serta mengakibatkan 4 korban luka.(mik/feb)