Tersangka Baru Tetap Puasa Bicara

MALANG - Tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan UIN Maliki masih puasa bicara. Padahal, tinggal sehari lagi, Syamsul Huda akan diperiksa sebagai tersangka di Kejaksaan Negeri Malang. Jika sesuai dengan rencana, Syamsul akan diperiksa pada Senin (24/3) besok.
Ketika dihubungi Malang Post, kemarin, Syamsul sebenarnya merespon dan mengangkat telepon. Hanya saja, pria ini tidak berbicara banyak mengenai kasus yang membelitnya. Kepada Malang Post, dia meminta agar menghubungi beberapa saat lagi.’’Telepon lagi nanti ya, saya sedang ada tamu,” tegasnya.
Akan tetapi, mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu ini tak merespon ketika dihubungi. Padahal, jarak telepon pertama dan terakhir sudah selisih sekitar satu jam. Sehingga sampai saat ini, yang bersangkutan masih belum memberikan komentar resmi terkait kasusnya.
Hal tersebut sama seperti sehari sejak dia diputuskan menjadi tersangka oleh Kejaksaan. Mengangkat telepon akan tetapi mengaku belum tahu mengenai kasus yang membelitnya. Ketika itu, Syamsul juga menegaskan bahwa dirinya belum membaca koran terkait penetapan tersangka.“Maaf saya belum membaca koran,” akunya waktu itu.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Malang Munasim SH MH telah menetapkan waktu pemeriksaan. Dijadwalkan pada Senin besok, yang bersangkutan bakal diperiksa selaku tersangka. Sesuai statemennya, kejaksaan sepertinya mencari keterangan untuk mengungkap aktor lebih tinggi.
Sebab, Syamsul dikatakan memiliki peran yang dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan Nol Hadi serta Marwoto. Seharusnya keterangannya bisa mengungkap keterlibatan pejabat tinggi maupun mantan rektor UIN Maliki. Munasim membenarkan jika keterangannya bisa menjadi penting untuk pengembangan tersangka.“Semuanya tergantung alat bukti,” ujarnya singkat menjawab SMS dari Malang Post.
Penetapan Syamsul sebagai tersangka, terbilang agak mengejutkan. Sebab, selama ini Kejaksaan menutup rapat informasi mengenai pihak-pihak yang terkait. Tiba-tiba awal Munasim mengumumkan bahwa pihaknya menetapkan tersangka baru pada awal bulan lalu.(ary/nug)