Jambret Kalung Balita

SINGOSARI- Perbuatan ibu satu ini tidak patut ditiru. Umiyanti, warga Desa Pasir Lama RT 02 Rw 02 Kecamatan Toili Barat Kabupaten Banggai, harus beurusan dengan kepolisian. Wanita berusia 42 tahun ini menjadi tersangka, setelah menjambret kalung balita dalam gendongan ibunya di Pasar Singosari pada Jumat (21/3) sore kemarin.
“Karena tersangkanya adalah wanita, pada malam hari setelah diperiksa, langsung kami titipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Wanita Sukun Kota Malang,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Singosari Ipda Poernomo kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa penjambretan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, Eka Risti, 26 tahun, warga Dusun Krajan RT 02 RW 06 Desa Wonorejo Kecamatan Lawang, sedang menggendong buah hatinya. Saat sedang berbelanja kain di salah satu kios di Pasar Singosari. dimanfaatkan oleh tersangka untuk berbuat kejahatan. Secara diam-diam, tersangka mencoba mengambil kalung emas ada pada leher balita yang digendong Eka.
Tersangka pun sukses mengambil kalung di leher bayi tersebut, kemudian lari. Saat itulah, korban menengok dan mengetahui pelaku berlari membawa kalung tersebut. Otomatis, Eka teriak minta tolong yang membuat heboh Pasar Singosari. Langkah seribu tersangka, akhirnya bisa dihentikan puluhan massa yang mengejarnya.
Beruntung, massa tidak menghajar tersangka. Lantaran iba, mengetahui tersangkanya  wanita. Kemudian oleh massa yang menangkapnya, seketika itu juga dibawa ke Mapolsek Singosari. Dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka nekat melakukan hal itu, lantaran terdesak membutuhkan uang.
“Tersangka mengaku tidak punya uang untuk pulang ke daerah asalnya. Sehingga tersangka nekat melakukan aksi kejahatan tersebut,” kata mantan Kanit Laka Lantas Polres Malang tersebut.
Tersangka yang diketahui tinggal di tempat kos  di Kecamatan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan dan bekerja sebagai sales di Lawang.  Tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian barang yang kepunyaan orang lain, dengan cara merampas yang ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara. (big/aim)