Kasus Perjudian Paling Banyak Masuk di PN Kepanjen

MALANG – Kasus pelanggaran pidana di Kabupaten Malang ternyata cukup banyak. Sesuai data yang ada di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, dalam setahun ada sekitar 900 – 1000 kasus pidana yang masuk dalam persidangan. Dari jumlah kasus tersebut, perjudian menempati urutan pertama.
Hal itu seperti yang disampaikan Panitera Muda Pidana PN Kepanjen, H Suprapto SH Mhum, kepada Malang Post kemarin. Dia mengatakan selain perjudian, kasus pencurian di Kabupaten Malang juga masih banyak.
“Kalau dirata-rata kasus perjudian sekitar 30 persen, pencurian 25 persen dan sisanya kasus pelanggaran pidana lainnya. Perjudian ini ada beberapa jenisnya, seperti togel, cap jie kie, dadu serta sabung ayam. Paling banyak adalah kasus judi togel,” terang Suprapto.
Begitu juga dengan kasus pencurian juga ada beberapa kategori, mulai kasus pencurian hewan, curanmor, pencurian dan pemberatan atau lainnya. “Kalau dari data yang ada, jumlah kasus pelanggaran pidana selalu naik turun. Kisarannya antara 900 – 1000 kasus. Tahun 2012 ada 942 kasus, lalu 2013 ada 900 kasus. Dan 2014 sampai 27 Maret, terdata 219 kasus,” jelasnya.
Vonis yang dijatuhkan kepada para pelaku judi, rata-rata antara 5 – 7 bulan. Sedangkan untuk terdakwa pencurian vonisnya bervariatif sesuai dengan bobot kasusnya. “Ada yang di bawah satu tahun dan di atas satu tahun. Paling berat adalah kasus curanmor dan curhewan,” katanya.
Apakah pelaku judi dan pencurian yang disidang setiap tahunnya sama ? Suprapto mengatakan bahwa untuk terdakwa kasus judi selalu baru. Artinya bahwa kasus perjudian di Kabupaten Malang masih terus tumbuh dan sulit untuk dihilangkan. Sedangkan untuk kasus pencurian, terdakwa adalah kelompok lama.(agp/aim)