Tergiur Harga Cabe, Edi Sikat Cabe Satu Karung

MALANG – Gara-gara tergiur dengan harga cabe yang naik, Edi Sucipto, 33 tahun, harus rela masuk penjara. Warga Desa Sananrejo Kecamatan Turen ini, dijebloskan ke dalam tahanan Mapolsek Bululawang, setelah tertangkap tangan mencuri cabe merah milik Sutiyar, 63 tahun, warga Desa Sukonolo Bululawang, Rabu (26/3) lalu.
Bapak satu anak ini, ditangkap di Pasar Induk Gadang ketika hendak menjual cabe merah yang baru dicuri. Dari tangannya polisi mengamankan satu karung cabe merah seberat 55 kilogram. Sementara seorang temannya berinisial D, yang ikut melakukan pencurian berhasil kabur dan kini masih dilakukan pengejaran.
“Untuk temannya yang kabur masih kami buru. Dan untuk tersangka Edi ini kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas lima tahun kurungan penjara,” terang Kapolsek Bululawang Kompol A Napitupulu.
Informasi yang diperoleh, Rabu siang sekitar pukul 11.00 korban Sutiyar baru saja memanen cabe merah miliknya di ladang. Setelah terkumpul, cabe yang baru dipanen tersebut lalu dimasukkan ke dalam karung. Selanjutnya oleh korban ditaruh di pinggir jalan dekat ladangnya, dengan tujuan supaya mudah mengangkutnya.
Setelah ditaruh di pinggir jalan, oleh Sutiyar kemudian ditinggal pulang untuk salat Dzuhur. Ketika ditinggal pulang inilah, tersangka Edi yang kebetulan melintas melihat ada cabe dalam karung itu. Karena melihat berita di televisi bahwa harga cabe naik, tersangka pulang dan mengajak temannya untuk mencuri.
Tak lama kemudian tersangka dan temannya kembali untuk mengambil cabe itu. Dengan diangkut menggunakan sepeda motor, cabe curian tersebut lalu dibawa ke Pasar Gadang untuk dijual. Korban yang melihat cabe merahnya dicuri, seketika langsung melaporkan ke petugas Polsek Bululawang. Berdasarkan laporan itu, polisi lalu mencari keberadaan tersangka dan berhasil menangkap saat hendak menjual ke Pasar Gadang.
“Saya mencuri cabe itu, karena melihat berita di TV harga cabe naik. Sedianya cabe merah itu mau saya jual Rp 8 ribu perkilo. Tetapi belum sempat terjual, sudah ditangkap,” kata tersangka.(agp/aim)