Ganja Sumatera Diedarkan di Kota Malang

MALANG - Pengungkapan ganja 7,5 kg dan 16.000 pil yang dilakukan anggota Satreskoba Polres Malang Kota beberapa waktu lalu ternyata tidak sepele. Bahkan, penangkapan yang dilakukan kepada kedua pelakunya, Findy Havizh Qonhar, 30 tahun, warga Jalan Karyawan, Tumpang dan Ngati’i alias Dasim alias Iwan, 28 tahun, warga Desa Sukolilo RT26 RW10 Wajak, sama juga dengan memutus mata rantai peredaran narkoba utamanya ganja di Kota Malang.
Informasi yang didapat Malang Post, kedua tersangka ini masuk dalam daftar anggota jaringan narkoba yang berada di Jakarta. “Kalau melihat barang bukti ganja, sepertinya berasal dari Sumatera yang operasinya dikendalikan oleh kelompok narkoba di Jakarta. Hingga sekarang, masih dalam penyelidikan anggota,” ungkap salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota. Kecurigaan ini juga didukung dengan bungkusan ganja siap edar dan berwarna coklat yang cukup rapi.
Dalam rilis yang dilakukan polisi kemarin, ditunjukkan 18 bungkus (garis) ganja dengan berat masing-masing 73 gram, satu bungkus ganja berat 200 gram, dua bungkus seberat masing-masing 1 kg dan tiga kresek penuh ganja. “Yang 18 garis dijual dengan harga rata-rata Rp 500.000, sedangkan yang 200 gram dijual dengan harga Rp 600.000. Tersangka mendapat komisi Rp 50.000 per garis,” ungkap Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH.
Menurut mantan Kapolsek Wajak ini, tersangka mendapat kiriman ganja dari Jakarta, melalui jalur kereta api yang dibawa salah satu perusahaan ekspedisi. Saat dikirimkan beberapa waktu lalu, papar Dwiko, jumlahnya bahkan mencapai 9 kg. “Namun yang sekitar 2 kg sudah berhasil dijual dan mendapat uang Rp 1,5 juta. Belum sempat setor ke bandarnya, tersangka sudah ditangkap lebih dulu,” urai dia. Dihubungi terpisah, Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum mengatakan bila Kota Malang masih menjadi pasar yang menarik bagi pengedar narkoba.
“Mahasiswa di Kota Malang saja ada berapa ratus ribu. Ini memang menjadi pasar bagi para pelaku narkoba. Nah, kami tidak akan henti-hentinya untuk melakukan operasi penangkapan terhadap para pelaku ini,” tegasnya. Selain narkoba, lanjut mantan Kapolres Trenggalek itu, anggotanya juga menyita 253 botol arak yang dikirim dari Jawa Tengah untuk dijual di Malang.
Arak-arak itu disita dari dua toko yakni di Jalan Pisang Candi Barat Malang dan Jalan LA Sucipto Malang.
“Penyitaan arak yang juga minuman keras ini dalam rangka Operasi Cipta Kondisi menjelang Pemilu,” tegasnya. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Satreskoba Polres Malang Kota kembali membongkar jaringan narkoba dengan menyita barang bukti 7,5 kg ganja dan 16.000 pil LL. Penangkapan itu, berkat informasi masyarakat yang mengetahui seringkali ada transaksi narkoba di daerah Jalan Raya Cemorokandang, Malang. (mar)