Perampok Alfamart Pemain Lama Lintas Kota

LAWANG- Polisi masih memburu para pelaku perampokan Alfamart yang terletak di Jalan Raya Bedali Kecamatan Lawang, yang terjadi Senin (26/3) lalu. Polisi menduga pelaku adalah kelompok lama yang sudah sering menyasar toko modern. Tidak menutup kemungkinan, bagian dari jaringan perampokan spesialis brankas.
Semua indikasi tersebut, saat ini tengah dikaji dan diselidiki oleh penyidik Reskrim Polsek Lawang. “Indikasinya, mereka adalah pelaku lama dan profesional yang belum tertangkap. Bisa jadi, mereka bagian dari daftar pencarian orang (DPO),” kata Kanit Reskrim Polsek Lawang Iptu Imron SH M.Hum kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, dua indikasi atau dugaan tersebut sangat kuat. Hal itu ditunjukan melalui rekaman CCTV, mereka beraksi layaknya sudah profesional. Sedangkan bila dilihat dari senjata tajam berupa clurit dan parang yang digunakan oleh para pelaku, kemungkinan kuat mereka sering beraksi antar kota maupun kabupaten di Jawa Timur.
Masih kata Imron, belum lagi Kecamatan Lawang memang biasa menjadi sasaran pelaku kejahatan dari luar daerah. “Karena posisi Kecamatan Lawang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasuruan, Sangat memungkinkan pelaku berasal dari luar  Malang,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen ini.
Sedangkan utuk rekaman CCTV, dijelaskannya tidak banyak membantu. Lantaran seluruh pelaku menggunakan cadar. Saat menjalankan aksinya, mereka juga menghindari bertatapan langsung dengan kamera dan berlangsung cepat. Menurutnya, hal itu semakin meguatkan mereka adalah pelaku sangat profesional dan terlatih.
“Dapat dipastikan pelaku empat orang. Tiga orang masuk ke dalam dan seorangnya lagi menjaga di luar. Sedangkan CCTV tidak bisa menjangkau mobilnya. Sehingga pla nomornya tidak diketahui,” kata perwira pertama dengan dua balok di pundaknya. Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya kasus tersebut dapat terungkap.
Caranya yakni intens berkoordinasi dengan jajaran Polres Pasuruan, apakah ada TKP dengan modus yang mempunyai kemiripan. “Termasuk kami menginventarisir nama-nama yang masuk dalam DPO. Dengan begitu, diharapkan para pelakunya bisa mengrucut ke sebuah nam,” tuturnya.
Kembali menjadi sasaran kejahatan, Imron menghimbau agar pengelola pertokoan modern tidak membuka tokonya selama 24 jam penuh ataupun hingga dini hari. (big/aim)