Pelarian Purnawan Berakhir di Warung Kopi

MALANG – Lima bulan lebih namanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), Purnawan, akhirnya berhasil dibekuk petugas Reskrim Polsek Gondanglegi, Jumat (28/3) lalu. Warga Dusun Gombangan Desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan ini, diringkus terkait kasus penipuan dan penggelapan.
Pria berusia 36 tahun ini, dilaporkan oleh temannya sendiri, Eko Hadi Siswanto, 35 tahun, warga Dusun Pancir Desa Putat Kidul Kecamatan Gondanglegi. Purnawan diperkarakan karena telah membawa kabur sepeda motor Yamaha Mio Soul N 3193 D, yang sebelumnya dipinjam.
“Tersangka Purnawan ini kami amankan di warung kopi di Kecamatan Bantur. Dia berhasil kami tangkap setelah mendapat informasi tentang keberadaannya. Untuk barang bukti yang kami amankan, satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul,” ungkap Kanitreskrim Polsek Gondanglegi, Aiptu Asad.
Aksi penipuan dan penggelapan yang dilakukan Purnawan ini, terjadi 21 Oktober 2013 lalu. Sore itu, tersangka datang bertamu ke rumah korban. Dia mengutarakan untuk meminjam sepeda motor Yamaha Mio Soul untuk pulang, karena dompetnya tertinggal. Tersangka menjanjikan akan mengembalikan keesokan harinya.
Karena kenal dan sama sekali tidak curiga, Eko lantas meminjam motornya beserta STNK. Namun setelah sehari ditunggu, tersangka tidak kunjung mengembalikan motor yang dipinjam. Motor tersebut ternyata justru digadaikan kepada seseorang warga Desa Pringgodani Kecamatan Bantur, sebesar Rp 3 juta.
Korban yang merasa curiga motornya tidak kunjung kembali, berusaha menghubungi nomor ponselnya, namun tidak bisa. Begitu juga ketika dicari di rumahnya juga tidak ada. Lantaran sadar telah menjadi korban penipuan dan penggelapan, Eko lantas melaporkan ke petugas Polsek Gondanglegi.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi lalu berusaha mencari keberadaan tersangka. Tetapi ketika akan ditangkap dia selalu lolos. Baru Jumat lalu, saat asyik nongkrong di warung kopi tersangka berhasil diamankan. “Untuk kasusnya masih kami kembangkan karena ada dugaan lebih dari sekali,” sambung mantan Kanitreskrim Polsek Sumberpucung ini.
Sementara itu, Purnawan mengaku kalau dirinya baru sekali itu melakukan penipuan dan penggelapan. Uang hasil gadai motor diakuinya sudah habis untuk bermain judi. “Saya baru sekali itu saja, sebelumnya tidak pernah. Saya nekat menggadaikan motor, karena kalah judi,” tutur bapak dua anak ini.(agp/aim)