Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Selesaikan Masalah Sekolah, Kakak Adik Dibacok

MALANG POST - Niatnya mau menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, tetapi kakak-adik warga Dusun Lemahduwur Desa Sitirejo Kecamatan Wagir ini justru bernasib tragis, Sabtu (29/3) malam lalu. Keduanya mengalami luka robek di kepala, akibat dibacok dengan senjata tajam oleh Ryan Cs, warga Kecamatan Pakisaji.
Beruntung luka yang dialami kakak-adik Rohmat Rozaqi, 24 tahun dan Miftahul Ulum, 19 tahun ini tidak begitu serius sehingga tidak sampai mengancam jiwanya. Namum demikian, lukanya tetap harus mendapat beberapa jahitan.
Kasus penganiayaan tersebut, langsung ditangani petugas Mapolsek Wagir. Polisi masih menyelidiki dan memburu pelaku penganiayaan Ryan Cs.
"Laporan sudah kami terima, saat ini kami masih menyelidiki kasusnya. Permasalahan sendiri, karena selisih paham," ungkap Kapolsek Wagir, AKP Nuryono.
Menurut korban Miftahul Ulum, kejadian penganiayaan tersebut berawal dari permasalahan di sekolah. Ulum adalah pelajar kelas XII salah satu SMA di Kota Malang. Begitu juga dengan pelaku Ryan yang merupakan adik kelasnya di kelas X.
Permasalahan datang dari Riko teman satu kelas Ulum. Jumat siang saat berada di kantin sekolah, Riko tanpa sengaja menjatuhkan dan menginjak kue seharga Rp 500 milik Alfan. Alfan adalah teman satu kelas Ryan.
"Saat menjatuhkan itu tidak sengaja. Ketika mau diganti, Alfan tidak mau. Malah Ryan temannya ikut-ikutan," ujar Ulum.
Karena permasalan tidak selesai, Alfan lalu meminta tolong Ulum untuk mendamaikan. Sabtu (29/3) pagi, Ulum kemudian mendatangi Ryan bermaksud untuk menyelesaikan masalah. Ulum dan Alfan tidak mau masalah menjadi panjang, mengingat waktu ujian nasional sudah dekat.
Tetapi Ryan yang sok jagoan, tidak mau. Dia malah menantang Ulum untuk menyelesaikan masalahan secara lelaki. Sabtu malam Ryan lalu mengajak Ulum bertemu di lapangan Desa Mendalanwangi Wagir untuk menyelesaikan masalah. Karena ditantang Ryan lalu mengajak kakaknya Rohmad Rozaqi untuk mendamaikan secara kekeluargaan.
"Saya dan adik saya bersama tiga teman datang ke lapangan Desa Mendalanwangi untuk menyelesaikan masalah. Kami tidak membawa apa-apa, karena hanya menyelesaikan masalah tidak berpikir sampai terjadi perkelahian," tutur Rohmad.
Namun begitu sampai di lokasi, Ryan bersama tiga orang temannya langsung menyerang dengan membawa senjata tajam. Karena tidak siap kakak-adik ini mengalami luka bacok di kepala. "Saat mengetahui mereka membawa senjata, kami langsung lari meminta pertolongan, tetapi warga tidak ada yang berani karena melihat kepala saya berdarah," terang Rohmat.
Karena tidak terima dengan kejadian yang dialaminya itu, keduanya lalu melaporkan ke polisi. "Keluarga saya yang tidak terima dengan kejadian ini. Terutama paman saya yang meminta kasus ini dilaporkan polisi," katanya, sembari mengaku kalau keduanya merupakan keponakan dari Kepala Desa Sitirejo Wagir.(agp/aim)

Please publish modules in offcanvas position.