Mantan Rektor Unikama Gugat Penyidik Polda

MALANG -  Mantan rektor Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama), DR. Hadi Sriwijana menggugat salah satu penyidik Ditreskrimum Polda Jatim karena melakukan perbuatan melawan hukum. Sebagai tergugatnya yakni Kabag Wassidik Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Jusman Sitorus SH. Bahkan, hari ini gugatan itu sudah mulai disidangkan di PN Kota Malang. Turut tergugat, Dirreskrimum Polda Jatim, Kapolres Malang Kota, Kapolda Jatim dan Kapolri. Gugatan ini berawal ketika Hadi melaporkan Ketua PPLP-PT PGRI Malang, Drs. H Sudjai ke Polres Malang Kota karena memberikan keterangan palsu dalam akta autentik, 24 Maret 2013 lalu.
Dari hasil pemeriksaan termasuk saksi ahli pidana dan perdata dari Universitas Brawijaya Malang, Sudjai ditetapkan sebagai tersangka. "Tapi kasus ini malah ditarik ke Polda Jatim. Dalam gelar perkara yang dipimpin AKBP Jusman, perkara ini dinyatakan hanya saling melaporkan antara Hadi dan Sudjai," kata Sumardhan SH, kuasa hukum Hadi Sriwijana kemarin.    
Menurutnya, ada skenario dari Jusman untuk merusak independensi penyidikan yang sudah dilakukan oleh Satreskrim Polres Malang Kota. "Masalahnya, saksi ahli yang diperiksa di Polres Malang Kota, tidak dihadirkan juga di sana. Ini sama juga dengan merampok perkara di tengah jalan. Padahal, perkaranya sudah mau selesai. Ini sama juga dengan melakukan intervensi," lanjutnya.  
Sumardhan menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan somasi atas penarikan kasus itu, Januari 2014 lalu. Namun hingga sekarang, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim belum memberikan jawaban atas somasi tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Jusman dan disahkan oleh Dirreskrimum Polda Jatim sudah menyalahi Pasal 19 Peraturan Kapolri No 22 Tahun 2010 bahwa Ditreskrimum adalah unsur pada pelaksana tugas pokok pada tingkat Polda dibawah Kapolri.
"Untuk itu, kami meminta kepada majelis hakim untuk membatalkan keputusan itu karena bertentangan dengan KUHAP dan Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang manajemen penyidikan tindak pidana."Kami juga meminta kepada majelis hakim agar Kapolda dan Kapolrimemerintahkan penyidikan dikembalikan ke Polres Malang Kota," pungkas Sumardhan. (mar)