Syamsul Divonis Hukuman Percobaan Satu Bulan

KEPANJEN- Majelis Hakim PN Kepanjen akhirnya memutus Ir Syamsul Arifin bersalah, karena telah melanggar pidana pemilu. Caleg DPRD Jatim Partai Hanura itu divonis hukuman percobaan, satu bulan penjara dan denda Rp 10 juta. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa, dua bulan penjara dan denda Rp 10 juta, subsider 15 hari kurungan penjara.
Majelis Hakim yang diketuai Tuty Budi Utami SH nenetapkan terdakwa terbukti bersalah karena membagikan paket bantuan berisi sembako, uang tunai dan stiker bergambar dirinya di Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo beberapa waktu lalu.
“Pembelaan terdakwa berupa kegiatan tersebut bukan kampanye ditolak. Karena semenjak terdakwa disahkan sebagai Caleg oleh KPU, maka saat itu juga waktu kampanye dimulai. Tindakan yang dilakukan terdakwa merupakan pelanggaran pidana pemilu,” kata Ketua Majelis Hakim Tuty Budi Utami SH, membacakan putusan kemarin.
Hal yang memberatkannmya, terdakwa melakukan politik uang. Berhasil disita barang bukti berupa satu paket bantuan. Hal itu sesuai dengan Pasal 89 huruf d jo pasal 301 ayat 1 Undang-undang nomor 8 tahun 2012, tentang pemilu anggota legislatif DPR, DPD dan DPRD
Kendati diputus bersalah, tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa. Pasalnya, Majelis Hakim hanya memberikan hukuman berupa pidana  percobaan atau bersyarat selama satu bulan. Selama masa itu, terdakwa dilarang melakukan tindak pidana apapun. Bila terdakwa melanggarnya, maka hukuman penjara selama satu bulan diberlakukan.
“Hal yang meringankan adalah, terdakwa tidak pernah dihukum dan bersikap koorperatif selama jalannya persidangan. Sehingga tidak perlu dilakukan penahanan, terhadap terdakwa,” lanjut Tuty membacakan amar putusannya.
Menanggapi putusan itu, baik jaksa penuntut umum (JPU) dan Syamsul menyatakan tidak puas atas keputusan tersebut. Keduanya akan melakukan naik banding, pada selang waktu tiga hari yang telah ditentukan.
“Kami tetap menuntut terdakwa agar menjalani hukumannya selama dua bulan penjara, tanpa diberlakukan hukuman pidana bersayarat atau semacamnya,” ujar JPU Juni Ratnasari SH, kepada Malang Post usai persidangan.
Raut wajah tidak puas juga ditunjukan tSyamsul. Dia akan mengajukan banding dalam waktu tiga hari yang telah ditentukan  majelis hakim. Menurutnya, apa yang dilakukan itu bukan kampanye. Melainkan menghadiri undangan karang taruna setempat yang sekaligus kegiatan sosial.
“Saya niatnya hanya menyumbang dan tidak ada ajakan untuk mencoblos saya. Sebelumnya, saya rutin melakukan sumbangan pada karang taruna di tempat itu,” kilahnya. (big/aim)