Tolak Penangguhan Penahanan Pengasuh Panti Asuhan

Tersangka KH

KEPANJEN- Keinginan pengasuh panti asuhan di Kelurahan Candirenggo Singosari, HP alias KH, tersangka asusila delapan anak asuhnya untuk menghirup udara segar tidak dikabulkan polisi. Permohonan penangguhan yang diajukan keluarga tersangka, ditolak pihak kepolisian. Tersangka harus tetap mendekam di sel.
Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta SIK mengatakan, pengajuan penangguhan penahanan tersangka KH, sudah dia terima.
 “Kami tidak akan berkompromi dengan para pelaku tindak pidana asusila. Untuk itu, penangguhan penahan tersebut tentunya kami tolak,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, alasan penangguhan penahanan yang dilayangkan karena tersangka merupakan kepala keluarga yang harus mencukupi kebutuhan keluarganya. “Kami akan menagguhkan penahan tersangka asusila, bila keadaan mendesak. Salah satunya, seperti tersangka sakit keras,” ujar mantan Kapolres Madiun Kota ini.
Polres Malang tetap berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus asusila yang biasanya merugikan kaum hawa dan anak-anak perempuan. Termasuk salah satunya kasus KH ini. Kendati yang bersangkutan merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Singosari, pihaknya tetap akan memproses hukumnya.
Sementara itu, dalam pengakuan tersangka KH, dia membantah melakukan tindak asusila terhadap delapan anak asuhnya. “Saya hanya memeluk dan mencium mereka, sebagai tanda kasih orangtua terhadap anaknya. Saya tidak sampai meraba atau memperkosa,” kata tersangka dihadapan penyidik yang memeriksanya kemarin.
Dia menuding ada yang tidak suka kepadanya dengan menuduh berbuat tindakan asusila. Lantaran tersangka yang juga sebagai tokoh masyarakat sekaligus pengelola panti asuhan tidak mungkin melakukan tindakan asusila.
“Biasa, ada yang tidak suka sama saya dengan menuduh melakukan perbuatan itu. Namun, dapat dipastikan saya tidak melakukan hal itu. Karena saya juga mengerti agama,” kilah bapak dengan empat orang anak ini.
Atas dugaan kejahatan itu, pada persidangan nanti hukuman lebih dari lima tahun penjara sudah menunggu tersangka. Penyidik Unit Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang, menjeratnya dengan pasal 81 ayat 2 KUHP tentang kejahatan pidana seksual terhadap anak.(big/aim)