Dendam, Tebas Tangan Ketua RAPI

MALANG – Pelaku penganiayaan terhadap Jajuli alias Marjoko, 53 tahun, Ketua RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Malang Selatan, akhirnya tertangkap. Tersangka bernama Eka Adi Mustofa, 25 tahun, warga Dusun Krebet Timur, Desa Krebet Kecamatan Bululawang. Eka ditangkap di rumahnya setelah beberapa hari diburu, bersama barang bukti sebilah pedang.
“Tersangka ini  kami amankan di rumahnya, setelah kami mendapat informasi keberadaannya. Saat kami bekuk, tersangka mengakui semuanya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Seperti diberitakan sebelumnya, Selasa (25/3) malam lalu peristiwa berdarah terjadi di Jalan Suko Desa Pagedangan Kecamatan Turen. Jajuli, 53 tahun, Ketua RAPI Malang Selatan, bersimbah darah dan nyaris meregang nyawa. Dia mengalami luka bacok di kedua tangan dan kepalanya. Bahkan, tangan kanannya nyaris putus.
Luka bacok yang cukup serius itu, setelah dianiaya oleh seorang pemuda yang datang ke rumahnya. Pemuda yang saat itu diketahui warga Kecamatan Bululawang, langsung kabur usai menganiaya korban. Sementara korban saat itu langsung dilarikan ke RST Soepraoen.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik tersangka Eka mengaku kalau penganiayaan tersebut dilatar belakangi dendam. Dua bulan sebelum kejadian, korban menawarkan pekerjaan sebagai Satpam di sebuah perusahaan di wilayah Kecamatan Turen. Syaratnya korban harus membayar sebesar Rp 2,5 juta.
Karena nganggur dan tidak memiliki pekerjaan, Eka bersedia. Dia lantas meminta kiriman uang kepada ibunya yang bekerja menjadi TKW di Hongkong. Setelah uang diberikan dan ditunggu-tunggu, tidak ada kabar sama sekali dari korban. “Saat saya tanya jawabannya hanya tertawa saja,” ujar tersangka Eka.
Puncaknya Selasa malam lalu. Malam itu tersangka bersama seorang temannya, berniat nongkrong di salah satu warung. Saat nongkrong dia membawa sebilah pedang dengan alasan untuk jaga-jaga. “Ketika teringat dengan janji yang diutarakan korban, saya lalu mengajak teman ke rumah pak Jajuli untuk menanyakan. Tetapi karena tidak ada jawaban itulah, saya emosi yang kemudian secara spontan membacoknya,” terang Eka.(agp/aim)