Reserse Narkoba Potong Peredaran SS dan Ekstasi

MALANG - Kota Malang masih menjadi daerah yang subur untuk peredaran narkoba. Setelah membongkar jaringan narkoba ganja dalam jumlah besar, kini anggota Satreskoba Polres Malang Kota memotong jalur peredaran ekstasi dan SS. Hanya dalam waktu satu hari, dua pelakunya berhasil ditangkap, akhir pekan kemarin. Yakni Totok, 50 tahun, warga Jalan Kelud, Kelurahan Sisir, Batu dan Janiarita, 49 tahun, warga Desa Karang Widoro, Dau.
Menurut polisi, keduanya masih dalam pemeriksaan intensif untuk mengungkap bandar besar yang ada di belakangnya.  “Penangkapan terhadap kedua tersangka merupakan peran serta masyarakat dalam memberikan informasi adanya transaksi narkoba,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH, kemarin. Dijelaskan dia, kali pertama yang dibekuk adalah Janiarita di dekat apotik Jalan Kawi Malang.
Pelayan salah satu depot tersebut, menjadi target operasi karena menjadi perantara pembeli SS.  “Tersangka JNI (Janiarita) yang menjadi penghubung antara pembeli dan penjual SS yang berada di daerah Bangkalan, Madura,” paparnya.  Sistem yang dilakukan, mantan pengguna SS itu selalu menawari siapa yang hendak membeli SS dengan cara mentransfer uangnya lewat bank yang dipilih.
“Dia membeli SS itu dengan harga Rp 1,5 juta, namun dijualnya dengan harga Rp 1,7 juta sehingga untung Rp 200.000,” terang perwira yang pernah menjabat Kapolsek Wajak itu. Ketika dibekuk, polisi berhasil menyita satu poket kecil SS seberat 1 gram dari saku celananya.  Menurut Dwiko, panggilannya, saat ini anggota Reskoba Polres Malang Kota masih memburu bandar SS yang seringkali dihubungi Janiarita.
“Identitasnya sudah diketahui dari pengakuan tersangka tersebut. Apalagi, dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sudah dua kali melakukan transaksi dan mengambil SS itu langsung di Bangkalan,” tegas dia. Selang beberapa jam kemudian, beberapa anggota reserse narkoba juga menangkap Totok yang menjadi kurir 10 butir pil ekstasi. Menurut dia, tersangka ditangkap saat menunggu pemesan ekstasi tersebut di Warung Bakso Cak Man yang ada di Jalan Letjen S Parman Malang.
“Tersangka TP (Totok) cukup pintar karena barang bukti pil ekstasi ditempel di mesin genset yang tidak jauh dari warung bakso itu,” ungkapnya. Polisi yang memeriksa pria bertubuh sedang itu mendapat pengakuan bila ekstasi ini didapat dari kawasan Surabaya dan Sidoarjo. Kepada penyidik, Totok mengaku baru kali ini melakukan perbuatannya karena khilaf.  Polisi kini menerapkan Pasal 112 (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika kepada Totok dan Janiarita. (mar)