Ayu Dyah Tinggalkan Anak Balita

MALANG POST - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Ayu Dyah Kusumaningrum, 27 tahun di Jalan Pendowo No 11 RT 02 RW 03 Kelurahan/Kecamatan Lawang  Kabupaten Malang, hingga kemarin. Seperti diberitakan Malang Post,  Ayu Dyah termasuk salah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan KA Malabar Jurusan Bandung-Malang di Tasikmalaya Jawa Barat.
Pihak keluarga  menyatakan sama sekali tidak menyangka bahwa Ayu tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (04/04) malam. Korban  selama dua tahun terakhir  bekerja sebagai karyawati administrasi di Kantor Pusat PT KAI Persero Bandung.
Paman Ayu bernama Nanang Cahyo Budi mengungkapkan bahwa  seperti biasa keponakannya tersebut pulang tiap hari Jumat.  “Karena itu, pada Jumat sore, Ayu telpon ke saya sudah naik kereta api. Setelah itu, tidak ada komunikasi lagi,” ujar Nanang Cahyo Budi kepada Malang Post kemarin.
Diungkapkan, pada hari yang sama menjelang isya, dia dikabari bahwa KA yang ditumpangi keponakannya mengalami kecelakaan. Hanya saja, saat itu keluarga masih berkeyakinan bahwa Ayu selamat.
Namun, Tuhan berkata lain. Setelah sekitar jam 01.30, keluarga mendapat kabar kepastian bahwa jenazah wanita yang memakai seragam PT KAI itu adalah Ayu. “Yang mengabari kami langsung dari PT KAI,” imbuh Nanang Cahyo Budi. Sebelumnya, pihak keluarga tidak mempunyai firasat apa-apa terkait kepergian korban.
Hanya saja, pada pekan lalu korban pernah mengutarakan keinginannya untuk pindah kerja ke Malang. “Katanya dia mau pindah ke Malang, supaya dekat dengan keluarganya. Selain itu, kalau kerja di Bandung kecapekan. Karena tiap minggu harus naik kereta pulang ke Malang,” ujarnya dengan suara lirih.
Korban sendiri, meninggalkan suami bernama Muhammad Agung Purnama dan seorang putra yang masih berusia tujuh bulan yakni M Dafa Alkaf. Keinginan korban untuk pindah bekerja ke Malang, lanjut Nanang Cahyo, supaya dekat dengan buah hatinya. Selain itu, korban bisa memberikan perhatian lebih kepada  anaknya tersebut.
“Namun, Tuhan berkehendak lain. Keluarga tidak bisa berbuat apa-apa dan mengikhlaskan kepergian Ayu,” urainya. Atas peristiwa tersebut kedua orang tua ayu bernama Agus Susanto dan Rahayu Erni Ningsih, masih terpukul dan terlihat syok. Nenang Cahyo menuturkan, selama ini keponakannya dikenal supel, sangat baik dan penurut.
 PT KAI sudah datang ke rumah duka dan bertanggungjawab penuh atas peristiwa yang menghilangkan nyawa lima penumpang kereta tersebut. “ Pihak manajemen PT KAI sudah ke rumah tadi, ditemui langsung oleh suami almarhum. Katanya, pihak PT KAI bertanggungjawab atas kejadian ini, dengan memberikan asuransi,” tuturnya.
Jenazah Ayu datang di rumah duka sekitar pukul 18.30 WIB tadi malam,  kemudian oleh keluarga, malam itu juga langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Bambangan di Desa Turirejo Kecamatan Lawang  (big/nug)