Cekcok Fee Jual Tanah, Golok Menyalak

DAMPIT – Supriyadi alias Awet, 40 tahun, terancam tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislatif (Pileg) 9 April nanti. Pasalnya, sejak akhir pekan kemarin, warga Polaman Kelurahan/Kecamatan Dampit ini, harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Dampit. Dia dijebloskan ke dalam tahanan, setelah menganiaya Abdul Manaf, 52 tahun, tetangganya.
Akibat penganiayaan tersebut korban warga Jalan Nakula Timur, Lingkungan Polaman Kelurahan/Kecamatan Dampit ini, mengalami luka robek pada bahu dan pergelangan tangan kiri, akibat sebetan golok milik tersangka.
“Tersangka Supriyadi alias Awet ini, kami amankan di rumahnya setelah beberapa hari sempat sembunyi. Saat kami tangkap dia sama sekali tidak melakukan perlawanan,” ungkap Kanitreskrim Polsek Dampit, Ipda Soleh Masudi.
Informasi yang diperoleh, aksi penganiayaan yang dilakukan Awet ini, terjadi 29 Maret lalu sekitar pukul 19.30, di dalam rumah korban. Malam itu korban sedang menggoreng telur di dapur rumahnya. Tiba-tiba tanpa sepengetahuan korban, tersangka datang.
Tersangka menanyakan bagian uang dari hasil penjualan tanah. Karena korban merasa tidak memiliki tanggungan, tidak begitu menghiraukan. Tetapi hal itu justru membuat tersangka emosi yang selanjutnya mengeluarkan senjata dari balik baju, lalu membacok korban dua kali mengenai bahu dan tangan.
Merasa nyawanya terancam, korban lari dan berteriak minta tolong. Tersangka yang ketakutan, lalu melarikan diri. Sementara oleh keluarga dan dibantu tetangga, korban dilarikan ke Puskesmas Dampit yang kemudian melaporkan ke petugas Polsek Dampit.
“Permasalahannya dipicu karena kesalahpahaman pembayaran uang tanah. Tersangka merasa menerima bagian uang penjualan tanah, sedangkan korban tidak merasa mempunyai tanggungan kepada tersangka,” tutur mantan Kasubag Humas Polres Malang.(agp/aim)