Polisi Proses Pidana Bank Danamon

MALANG - Laporan tindak pidana yang diduga dilakukan pimpinan Bank Danamon Cabang Malang Kawi terhadap Thomas Kusumawijaya, 55 tahun, terus berlanjut. Polisi mengarahkan pimpinan bank tersebut, melakukan pelanggaran Pasal 49 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan. Ini sesuai dengan tanda bukti lapor Nomor K/LP/399/III/2014/Jatim Res Mlg Kota yang diterima oleh warga Jalan Peltu Sujono Malang tersebut. Dalam tanda bukti tersebut, sebagai terlapor adalah pimpinan Bank Danamon Cabang Malang Kawi.
Dikonfirmasi hal ini, Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arif Kristanto SH, SIK membenarkannya. “Masih proses sidik,” ujarnya singkat. Namun ketika disinggung apakah pimpinan Bank Danamon Cabang Malang Kawi terbukti melakukan perbuatan pidana itu, mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini masih akan mempelajarinya lebih dalam lagi. Seperti diketahui, Thomas didampingi dua kuasa hukumnya, yakni M.S Alhaidary SH, MH dan Budi Susanto, SH melaporkan tindak pidana perbankan tersebut ke Polres Malang Kota.
Pasal 49 UU Nomor 10 Tahun 1998 berisi mengubah, mengaburkan, menyembunyikan, menghapus, atau menghilangkan adanya suatu pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan, diancam dengan pidana penjara sekurang-kurangnya lima tahun dan paling lama 15 tahun serta denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar dan paling banyak Rp 200 miliar. Di bagian lain, sidang perdana gugatan perdata pebisnis bawang ini terhadap Bank Danamon, dimulai hari ini.
Dihubungi terpisah, Thomas mengaku masih membuka pintu damai terhadap penyelesaian perkaranya ini. Namun, menurut dia, proses damai tetap harus melihat damai yang tidak berat sebelah. “Sebab sampai sekarang, saya masih sangat dirugikan oleh Bank Danamon. Bisnis berhenti, keuangan macet, nama baik tercemar dan lain-lainnya. Sebab itulah, saya menggugat secara perdata dan melaporkan pidana,” urai pria ini.
M.S Alhaidary SH, MH, salah satu kuasa hukumnya juga membenarkan kliennya masih membuka pintu damai. “Dalam gugatan perdata besok (hari ini), kita juga akan mengikuti perintah majelis hakim PN Kota Malang untuk melakukan mediasi dengan Bank Danamon,” papar dia.
Tetapi, lanjutnya, Haidary berharap majelis hakim mengabulkan untuk meletakkan sita jaminan atas harta kekayaan milik Bank Danamon, yakni Menara Bank Danamon di Jalan Prof. DR. Satrio Kav E IV, Mega Kuningan, Jakarta dan kantor cabang Bank Danamon di Jalan Kawi Malang.
Diberitakan sebelumnya, Bank Danamon telah membuat laporan ke Bank Indonesia (BI) terkait Thomas yang dikatakan sebagai debitur yang mengalami kolektabilitas 2 (call 2) di Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo.  Akibatnya, nama distributor bawang ini tercatat dalam blacklist di Sistem Informasi Debitur (SID) BI. Thomas mengaku tahu namanya masuk dalam blacklist setelah mengajukan kredit untuk tambahan modal sebesar Rp 2 miliar ke PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk Cabang Mitra Usaha Rakyat Sukun, Malang. (mar)