Komplotan Spesialis Pembobol Brankas

KEPANJEN-  Aparat kepolisian  hingga kemarin masih menyelidiki kasus perampokan Indomaret di Jalan Raya Ketapang Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen pada Minggu (6/4) malam lalu. Hasil sementara dari olah TKP yang dilakukan, pelaku diketahui berjumlah dua orang itu diduga kuat kawanan perampok  memang spesialis pembobol brankas.
Hal itu diketahui dari rekaman CCTV, keduanya memang mengincar brankas yang ada di mini market tersebut. “Dugaan para pelakunya mengarah kepada jaringan spesialis pembobol brankas yang kerap beraksi di wilayah Malang Raya dan belum tertangkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP M Aldy Sulaeman kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, seperti dalam rekaman CCTV, kedua pelaku beraksi menggunakan senjata tajam (Sajam) jenis clurit dan menggunakan masker. Pelaku diketahui berboncengan sepeda motor Suzuki  masuk langsung menodongkan celurit ke arah salah satu penjaga bernama Ajeng. Mereka meminta ditunjukkan kunci brankas.
 Namun dijawab oleh korban bahwa kunci dibawa penjaga lainnya bernama Lucky yang ada di kamar mandi. “Pelaku sejak awal memang mengincar brankas. Namun karena tidak mendapatkan kunci brankas tersebut, akhirnya kedua pelaku hanya mengambil uang di dalam mesin kasir sebesar Rp 1,5 juta,” terangnya.
Melalui ciri-ciri  seperti terlihat dalam CCTV tersebut, pihaknya menduga bahwa  para pelaku ada kaitannya dengan perampokan di Indomaret di Griyasantha Kota Malang pada (4/4) malam lalu. Modus yang dilakukannya sama, yakni langsung masuk ke dalam dan langsung mengancam para penjaganya dan mengincar brankas.
Namun, kata M Aldy Sulaeman, yang membedakan yakni senjata yang dipergunakan mengancam. Untuk pelaku perampokan Indomaret di Griyasantha Kota Malang menggunakan pistol, sedangkan di Desa Sukorahajo memakai celurit. Keterkaitan keduanya, saat ini masih diselidiki secara intensif oleh Satreskrim Polres Malang.
“Berbagai dugaan terkait kasus perampokan ini, bisa  saja terjadi. Termasuk ada hubungannya dengan perampokan Indomaret yang ada di Kota Malang. Saat ini, jajaran kami sedang bekerja menyelidiknya dan diharapkan bisa terungkap,” bebernya.
  Terkait kembali maraknya kasus perampokan yang menyasar mini market modern, dia menghimbau kepada pengelola toko agar tidak beroperasi hingga larut malam. “Hal itu bertujuan supaya meminimalisir tindak kejahatan perampokan, salah satunya seperti perampokan ini,” tuturnya. (big/nug)