Polisi Tangkap Satu Pembunuh Juragan Bakso

Aparat gabungan berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap Suwarno, juragan bakso yang mayatnya ditemukan di dalam frezzer di warungnya yang berada di Jalan Bhayangkara Raya RT 01 RW 08 Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang. Pelaku yang ditangkat pada Sabtu 12 April 2014 kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB itu diketahui berjumlah dua orang.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan, pelaku yang berhasil diamankan yakni Riki, sedangkan pelaku lainnya yang bernama Rudi masih dalam pengejaran petugas. "Tersangka Riki ditangkap saat sedang naik kereta dari Bandar Lampung menuju Palembang. Selanjutnya penyidik berkoordinasi dengan Polres Oku Timur untuk meminta bantuan mengecek di stasiun pemberhentian kereta di Martapura. Akhirnya ditangkaplah Riki, sementara Rudi melarikan diri dengan cara melompat dari kereta," ujar Rikwanto, Minggu 13 April 2014.
Penangkapan Riki berawal dari laporan keluarga korbaan ke unit Jatanras Polres Tangerang dan Polsek Serpong. Setelah itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan petunjuk. Penyidik juga melakukan pemeriksaan pada beberapa saksi di lokasi kejadian. Salah satunya Asep Barkah, dia mengatakan jika melihat Riki keluar dari rumah korban pukul 09.00 WIB menggunakan motor korban yang hilang.
"Kedua tersangka juga diketahui selalu menginap di tempat dagang korban. Setelah pembunuhan itu, nomor handphone keduanya tidak aktif saat dihubungi keluarga korban," kata Rikwanto.
Riki Sutiawan, berusia 18 tahun, warga Desa Ulak Mengkudu, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Empatlawang, Sumatera Selatan ini, ditangkap ketika menaiki kereta Jurusan Lampung - Palembang bersama rekannya Rudi Endi (30 tahun) yang merupakan tetangga di desanya. Namun, Rudi berhasil melarikan diri ketika disergap petugas lantaran melompat dari kereta api (KA) ketika akan ditangkap.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Oku Timur, Ajun Komisaris Janton Silaban menyatakan, tertangkapnya pelaku tersebut setelah pihak kepolisian Tangerang mengabarkan jika dua orang pelaku melarikan diri ke daerah Sumatera Selatan. "Satu pelaku atas nama Rudi Endi melompat dari atas kereta ketika kami sergap. Sementara tersangka Riki berhasil kami tangkap. Kini petugas sedang mengejar Rudi," ujar Janton, kemarin.
Riki Sutiawan, salah satu tersangka pembunuhan Suwarno mengaku kesal terhadap korban karena dia berselingkuh dengan ibunya. Dikatakan remaja ini, pembunuhan tersebut terjadi di warung bakso milik korban yang berlokasi di Kelurahan Pakujaya, Kecamatan Serpong Utara, Kabupaten Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada Jumat 9 April 2014 lalu sekitar pukul 08.00. Saat itu korban sedang yang sedang memanaskan air, langsung dipukul Rudi (DPO) dengan menggunakan kayu balok di bagian kepalanya hingga korban terjatuh. Melihat korban terkapar dengan kondisi kepala pecah, Riki langsung menutup warung bakso tersebut.
"Mayatnya langsung saya masukan ke dalam freezer pendingin daging agar tidak ketahuan keluarga korban. Dompet bos berisi uang Rp350 ribu bersama dua unit polsel, BlackBerry dan Nokia  langsung kami ambil dan kabur  pulang ke Empatlawang,” kata Riki, kemarin.
Tak hanya dompet serta handphone milik korban saja diambil kedua pelaku ini, sepeda motor milik korban juga bawa keduanya ke arah Serpong, untuk melarikan diri. "Dari Serpong saya bersama Rudi naik ojek ke Serang Banten ke rumah saudara dan akhirnya naik kereta api dari Tanjung Karang Lampung tujuan Palembang," ujarnya.
Riki yang mengaku telah dua bulan bekerja di tempat bakso milik korban mengaku kesal karena Suwarno dan ibunya sering melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Padahal status ibunya itu masih istri sah dari ayahnya yang kini sedang terbaring sakit di rumah sakit  Empatlawang. Ketika itu dia datang ke Tangerang untuk menjemput Ibunya, karena ayahnya sedang terbaring di rumah sakit. "Tetapi, ibu saya ajak pulang tidak mau. Padahal bapak lagi sakit," ujar tersangka.
Amarah Riki menjadi terbakar, ketika melihat SMS dari korban Suwarno yang kata-kata  mesra dengan ibunya, dan berencana ingin kembali melakukan hubungan intim di salah satu kamar hotel di Tanggerang. “SMS itu tidak sengaja aku lihat di ibuku, mereka mesra sekali. Saya semakin emosi kepada Warno. Saya baru dua bulan kerja sama Warno” ungkap Riki.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres OKU Timur, Ajun Komisaris Janton Silaban menjelaskan, kini kasus tersangka telah dilimpahkan ke Polresta Tangerang, sesuai dengan tempat kejadian. "Siang tadi sudah diberangkatkan, karena TKPnya di sana. Jadi, kita di sini hanya membantu proses penangkapan" ujar Janton. (jpnn/udi)