Guru SD Gagahi Siswa SMA Hingga 20 Kali

Tersangka Fadli Adiansyah, guru sukwan

Adegan Difoto, Dijerat Pasal Berlapis
MALANG – Seorang guru seharusnya memberikan contoh yang baik. Namun tidak demikian dengan seorang oknum guru salah satu SD negeri di Kecamatan Donomulyo, yaitu Fadli Adiansyah, 24 tahun. Dia justru mencoreng nama baik guru, karena berbuat asusila terhadap anak di bawah umur.
Sebut saja nama korbannya Bunga, 16 tahun, pelajar kelas XI SMA asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Akibat perbuatan bejatnya tersebut, Fadli terpaksa harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang sejak akhir pekan lalu. Dia ditangkap Sabtu (12/4) saat sedang mengajar.
“Tersangka Fadli ini, kami amankan setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Ketika kami tangkap dia sama sekali tidak mengelak dan mengakui semua perbuatannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Fadli merupakan guru Bahasa Indonesia untuk kelas IV, V dan VI dan sudah lima tahun menjadi guru tidak tetap (GTT) atau guru sukwan. Hubungannya dengan Bunga adalah sepasang kekasih. Dia menjalin asmara sudah sekitar dua tahun, sejak Juni 2012 lalu. Perkenalannya lewat temannya yang tinggal di sekitar rumah korban.
Awalnya menjalin asmara biasa saja. Menginjak bulan kelima berpacaran, Fadli mulai nakal. Dia mengajak Bunga melakukan hubungan layaknya suami istri. Meski awalnya menolak, namun karena dirayu dan ditakuti akan diputus akhirnya Bunga bersedia.
Sekali melakukan hubungan, ternyata Fadli merasa ketagihan hingga perbuatan tersebut terus dilakukan hingga lebih dari kali 20. Semua perbuatan bejat dilakukan di dalam rumahnya. Satu minggu, biasanya sekali sampai dua kali. “Kalau diminta tanggungjawab, saya bersedia untuk menikahinya,” katanya.
Terbongkarnya perbuatan bejat Fadli ini, berawal dari orangtua Bunga yang curiga melihat perbuhan pada anaknya. Semula ketika ditanya, Bunga tidak mau mengaku. Namun setelah didesak, akhirnya dia mengatakan dan berterus terang hingga akhirnya dilaporkan ke Polres Malang.
“Tersangka Fadli dijerat dengan Pasal 81 dan 82 Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak jo Undang-undang nomor 11 tahun 2008 pasal 27 jonto 45 tentang ITE. Pasalnya ketika melakukan hubungan intim, tersangka juga mengambil gambar foto. Ada sekitar 30 gambar foto melakukan adegan,” tegas Kasatreskrim.(agp/aim)