Enam Orang Dirawat di RSSA Malang

MALANG - Korban yang mengalami kritis akibat menenggak miras opolosan di Kecamatan Lawang terus berjatuhan. Setidaknya, kemarin sore terdapat dua orang dirujuk ke IRD RSSA Malang. Jumlah korban yang kritis diperkirakan terus bertambah. Lantaran masih ada korban dirawat diberbagai rumah sakit disekitar Kecamatan Lawang.
Dua korban yang dirujuk tersebut, sebelumnya dirawat di RS Brawijaya Lawang. Menurut keterangan dari salah seorang keluarga korban yang enggan namanya dikorankan, korban menggak miras opolosan pada hari Senin (14/5) pagi. Korban menenggak miras karena untuk merayakan ulang tahun salah seorang temannya.
“Nama temannya saya tidak tahu siapa. Yang jelas dia (korban) pamit pergi ke pesta ulang tahun temannya,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Setelah meminum miras oplosan tersebut, awalnya korban tidak merasakan apa-apa. Barulah pada hari Rabu (16/4) siang kemarin, korban mengalami demam, mual dan muntah-muntah.
Kemudian, korbanpun dibawa ke RS Brawijaya Lawang untuk mendapatkan perawatan yang intensif pada pagi harinya. Namun, kondisi korban semakin kritis memasuki siang hari dan kemudian dirujuk ke IRD RSSA Kota Malang.
Sementara itu, Staf Humas RSSA Kota Malang Yudi Novianto mengatakan sudah menerima enam pasien akibat meminum miras oplosan tersebut. “Mereka saat ini sedang dirawat secara intesif di IRD. Bila sudah melewati dari masa krisis, mereka kemudian akan dipindahkan ke kamar maupun rawat inap,” terangnya saat dihubungi terpisah.
Dijelaskannya, sebanyak enam orang yang dirawat tersebut merupakan data hingga pukul 13.00 wib. Sedangkan terkait dua orang yang dirawat pada sore hari tersebut, dia mengaku belum memantaunya. “Ya bisa jadi jumlah pasiennya semakin bertambah. Kami terus memantau pasien yang masuk terkait peristiwa ini,” tuturnya.
Selain dirawat di RSSA Kota Malang, diperoleh informasi korban miras oplosan di Kecamatan Lawang juga dirawat di RS Panti Nirmala. (big)