Bentuk Tim Khusus, Polres Ambil Alih

MALANG – Kasus miras oplosan yang menewaskan sembilan orang di Kecamatan Lawang, langsung ditanggapi serius Polres Malang. Semalam Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, langsung turun ke lapangan untuk melihat langsung proses penyelidikan.
“Laporannya memang sembilan orang yang meninggal. Dan saat ini masih dilakukan penyelidikan oleh petugas Polsek Lawang. Malam ini (kemarin malam, red) saya akan turun ke lokasi untuk mengecek langsung,” ungkap Adi Deriyan.
Untuk penyelidikan, mantan Kapolres Madiun Kota ini menuturkan sementara akan ditangani oleh Polsek Lawang terlebih dahulu. Nantinya jika Polsek Lawang kesulitan, kasusnya akan langsung diambil alih oleh Polres Malang. “Untuk sementara penyelidikan awal dilakukan Polsek Lawang. Nanti kalau memang kesulitan akan diback up langsung oleh Satreskrim Polres Malang,” terangnya.
Ditanya soal cairan methanol yang diduga didapat dari PT Molindo ? Mantan penyidik KPK ini masih belum bisa memastikan, karena masih dilakukan penyelidikan. Tetapi dia menyebut campuran untuk minuman adalah bir.
“Kalau methanol itu masih dugaan, karena belum ada saksi yang bisa memastikan. Sebab yang mengoplos minuman juga ikut meninggal. Sementara siapa yang memberi cairan methanol juga belum tahu. Tetapi sebagai bahan penyelidikan, pihak PT Molindo tetap akan kami mintai keterangan,” paparnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman mengatakan kalau kasus miras oplosan tersebut akan langsung diambil alih. Pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menyelidikinya. Termasuk akan membawa sample miras oplosan ke Laboratorium Forensik Polda Jatim.
“Sample miras oplosan tersebut akan kami kirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim, untuk mengetahui penyebabnya. Apakah benar dari methanol atau dari cairan lain yang dicampur,” ujar Aldy.
Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini menambahkan, sebagai bentuk tindak lanjut atas kejadian tersebut, Satreskrim Polres Malang akan melakukan razia seluruh toko minuman keras di wilayah Kabupaten Malang. Termasuk mengecek toko kimia yang biasa menjual campuran untuk minuman keras.(agp)