Tertibkan Penjual Miras Tak Berizin

MALANG - Pemkab Malang bakal membatasi peredaran maupun penjualan miras di Kabupaten Malang. Hal itu dilakukan untuk mencegah terulangnya kembali, pesta miras oploson yang memakan 10 korban jiwa meninggal di Lawang, awal pekan kemarin. Dalam waktu dekat pun akan dilakukan operasi gabungan penertiban penjualan miras illegal.  
Kepala Disperindagsar Kabupaten Malang Ir Helijanti Koentari mengatakan, terkait peredaran miras pihaknnya akan lebih selektif lagi mengawasinya.
“Kami sudah berkomitmen untuk membatasi peredaran maupun penjualan miras. Hal itu sesuai dengan peraturan dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, miras tidak boleh diperjualbelikan kepada anak di bawah umur atau pelajar, tidak boleh dijual di mini market modern, dan tidak boleh didisplay di tempat yang mencolok. Hal tersebut sesuai dengan komitmen Bupati Malang H Rendra Kresna menginginkan Kabupaten Malang yang agamis.
“Yang paling penting, miras tidak boleh didisplay di tempat utama dan mencolok. Karena hal itu bisa mengundang konsumen untuk membelinya,” terang wanita berkacamata ini.
Bila ada mini market modern yang bersikeras memperjualbelikan miras, pihaknya tidak segan untuk memberikan sanksi tegas kepada pengelola atau pemiliknya. Untuk menjual miras harus memiliki izin khusus.  
 “Ya kalau kami mendapat keluhan dan laporan dari masyarakat, bisa saja mini market modern tersebut ditutup,” kata wanita yang juga menjabat sebagai ketua harian Dekranasda Kabupaten Malang ini.
Untuk tempat yang mempunyai izin menjual miras, dia menghimbau supaya lebih selektif lagi dalam hal melayani konsumennya. Yakni dengan mendata identitisas pembelinya dan menunjukan KTP. Sedangkan terkait peredaran miras yang diduga dijual secara bebas, dia mengaku akan mengeceknya.
“Yang jelas sesuai tupoksi kami di perindustrian dan perdagangan, wajib mengawasi peredaran miras tersebut. Jangan sampai dijual kepada pelajar dan konsumen di bawah umur,” katanya.  (big/aim)