Asal Metanol Etanol Masih Misterius

Petugas Polisi saat melakukan olah TKP pesta Miras oplosan yang menewaskan 10 orang di Lawang.

Kandungan Metanol 8,83 Persen, Etanol 19,29 Persen
MALANG – Hasil uji Laboratorium Forensik cabang Surabaya, terkait minuman keras (miras) oplosan yang menewaskan 10 orang di Kecamatan Lawang, sudah diterima oleh Polres Malang. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa miras oplosan tersebut mengandung 8,83 persen methanol dan 19,29 persen etanol.
Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK, kepada Malang Post kemarin.
“Dari hasil uji Labfor yang kami terima, dalam miras oplosan itu memang ada kandungan etanol dan methanol. Selain itu, di tubuh korban yang meninggal, hasil uji juga terdapat kandungan etanol beberapa persen,” terang Aldy Sulaeman.
Hanya saja, sampai sejauh ini polisi masih kesulitan asal usul dari minuman keras jenis etanol dan methanol yang dicampur dalam miras oplosan. Dari hasil penyelidikan, tidak ada satupun saksi yang mengetahui sumber etanol dan methanol yang dicampur dalam miras oplosan.
Pasalnya, saksi kunci kasus tersebut meninggal semua.  Pertama Edwin Bachrudin, yang pesta di Sumberwaras Kalirejo Lawang, tewas usai pesta. Kemudian lokasi pesta kedua, di sebuah ladang di Desa Sidodadi Lawang, saksinya Susyonardi alias Nardi, juga ikut tewas.
Satu-satunya saksi, yang diharapkan bisa memberikan penjelasan, seputar jenis minuman dan cara mendapatkan, hanya pada Juminten alias Tika. Wanita 34 tahun yang indekos di Dusun Sumbul, Desa Toyomarto Singosari itu, disebut-sebut sebagai istri siri Kevin. Tika juga yang bertugas sebagai pembagi minuman keras dan pengoplos.
“Dari mana sumber atau asal-usul etanol dan methanol itu yang sampai saat ini masih kami selidiki. Sejauh ini dari beberapa saksi yang sudah diperiksa, tidak ada saksi yang mengetahuinya,” tutur Aldy, sembari mengatakan bahwa etanol dan methanol ini tidak dijual bebas di toko.(agp/aim)