Jasad Dua Pencari Rumput Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian Korban Longsor
WAJAK - Hari kedua pencarian korban tertimbun longsor di Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak, masih belum menemukan titik terang. Dari hasil pencairan Rabu kemarin, tim SAR gabungan belum juga menemukan tanda-tanda jasad keduanya.  
Petuggas PMI Kabupaten Malang menurunkan dua dari tiga unit mesin penyempot air untuk membuka timbunan tanah longsor. Termasuk, mesin pemotong yang turut dibawa untuk memudahkan pencarian.
Hanya saja, meski telah berhasil membersihkan sekitar 10 meter lokasi yang tertimbun, langkah itu masih belum mampu menemukan korban. Masalahnya, material longsorannya sangat besar. Relawan menyebar ke lokasi lain untuk mencari lokasi tertimbunnya dua pencari rumput, Yaji alias Yajit, 37 tahun warga Dusun Krajan dan Prayudi alias Yudi, 28 tahun warga Dusun Pandanrejo, keduanya warga Desa Bambang-Wajak. Dengan kondisi korban yang sudah dua hari di dalam tanah, ada kemungkinan akan mengeluarkan bau. Beberapa relawan lain juga memakai cangkul dan skrop.
Dalam pencairain itu, beberapa petugas dari TNI dan Polri, juga turut bergabung melakukan pencarian. Hingga jam 14.00 WIB, pencarian dua korban tidak juga berhasil. Sementara lokasi yang mulai gerimis, diputuskan untuk menyudahi pencarian di hari kedua.
“Karena lokasi pencarian juga rawan, pencarian akan dilanjutkan besok (hari ini, red) kembali. Selain minim penerangan, lokasi yang dilalui dengan jalan kaki, juga sangat rawan. Sehingga, seluruhnya ditarik untuk kembali,” ujar Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Muji Utomo.
Dandim 0818 Kabupaten Malang, Letkol Achmad Solikin, ditemui di Posko 1 pencarian korban longsor mengatakan, ada sekitar 40 anggota TNI dari Koramil Wajak dan Koramil Poncokusumo yang dilibatkan untuk mencari korban. Selama proses pencarian, Brimob juga turut membantu dan akan bersama-sama relawan lain mencari sampai pada hari tujuh pencarian.
“Pencarian ini gabungan semua. Selain relawan dan warga, juga ada anggota TNI dan Polri. Tujuannnya, untuk menemukan dua korban yang diduga tertimbun longsor. Mudah-mudahan, upaya ini bisa berhasil,” terangnya.
Disinggung mengenai lokasi, Solikin menjelaskan, akibat tanah yang longsor sangat besar dan melebar, membuat upaya pencarian menjadi sulit. Makanya, beberapa diminta untuk menyebar. “Pencarian ini adalah tantangan kita untuk menemukan. Karena dari orang tua korban, pasti berharap bisa menemukannya. Makanya, akan terus dicari dengan tetap menjaga keselamatan. Masalahnya, lokasi yang dijadikan pencarian juga rawan,” paparnya.
Dandim meminta, agar warga yang biasa merumput atau ke sawah di lokasi rawan, bisa menghentikan sementara aktifitas. Karena dengan kondisi yang sering hujan, sudah pasti rawan.
“Saya harap, warga harus tahu kondisi. Termasuk, tindakan apa yang harus dilakukan. Jangan sampai, tetap beraktifitas dengan kondisi yang rawan bencana,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan, Yaji alias Yajit, 37 tahun warga Dusun Krajan dan Prayudi alias Yudi, 28 tahun warga Dusun Pandanrejo, dilaporkan tidak pulang oleh keluarganya sejak Minggu (20/4). Warga yang mencari, berhasil menemukan motor kedua orang pencari rumput tersebut. Sementara sekitar 1 kilometer dari lokasi, juga ditemukan tebing longsor yang dibawahnya biasa dijadikan lokasi mencari rumput warga. Kedua korban, biasanya langsung pulang seusai mencari rumput.(sit/aim)