Satu Korban Ditemukan di Kedalaman Lima Meter

Libatkan Anjing Pelacak
WAJAK- Pencarian hari ketiga korban tanah longsor, Kamis (24/4) pagi kemarin, membuahkan hasil. Satu dari dua korban yang tertimbun tanah longsor di Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak ditemukan. Yakni Prayudi, 28 tahun, warga Dusun Pandanrejo, Desa Bambang, Kecamatan Wajak ditemukan tewas oleh Tim SAR Gabungan di kedalam lima meter.
Camat Wajak yang juga sekaligus Koordinator Tim SAR gabungan, Bagus Sulistyawan mengatakan, jasad korban ditemukan sekitar jam 10.00 WIB.
“Saat itu tercium bau busuk dari dalam tanah. Kemudian oleh rekan-rekan di lapangan, tanah tersebut digali dan ditemukan korban dalam posisi tersungkur,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, korban ditemukan sekitar 25 meter dari longsoran utama. Saat petugas melakukan penggalian, pertama kali ditemukan adalah arit korban. Kemudian petugas SAR melakukan penggalian lebih dalam lagi ditemukan tubuh korban. Saat ditemukan, jenazah korban sudah dalam keadaaan membusuk dan nyaris tidak dikenali. Jasadnya langsung dilakukan otopsi luar, kemudian dilakukan pembersihan.
“Keluarga korban tidak menghendaki diotopsi di kamar mayat RSSA Malang. Karena keluarga korban sudah merelakan dan memang penyebab kematian ini adalah musibah,” terangnya.
Setelah diotopsi luar dan dibersihkan, jenazah korban  langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sejenak dan disalatkan. Sekitar pukul 12.30 WIB, jenazah korban langsung dikebumikan di tempat pemakaman umum desa.
Sedangkan Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan kembali pencarian lanjutan terhadap korban terakhir yakni Yajit, 37 tahun. Pasalnya, di sekitar lokasi kembali turun hujan yang berpotensi menyebabkan longsor susulan.
“Pencarian dilanjutkan besok pagi (pagi ini, red), masih dibantu dengan anjing pelacak K-9 milik Brimob Polda Jatim. Karena keberadaan anjing pelacak tersebut sangat membantu proses pencarian,dengan mencium jenazah korban,” bebernya.
Sementara itu, Prayudi meninggalkan istri bernama Yanti, 22 tahun dan seorang anak bernama Sensi berusia tiga tahun. Menurut Pramudyo adik ipar korban, Prayudi sudah terbiasa mencari rumput gajah di tempat tersebut.  Almarhum mencari rumput gajah di tempat tersebut sebagai pakan ternak tiga ekor sapi perah miliknya. “Kakak ipar saya baik selama hidupnya. Kasihan istri dan anaknya yang masih kecil ditinggalkan. Tapi, kami sekeluarga sudah mengikhlaskan kejadian ini,” urainya lirih. (big/aim)