Wahono: Senjata Pelaku Softgun

KAPOLSEK Poncokusumo, AKP Timbul Wahono memastikan jika aksi delapan pelaku perampokan di rumah juragan pepaya, tidak menggunakan senpi asli. Sebaliknya, senpi yang digunakan seorang pelaku adalah softgun yang biasa dipakai untuk mainan.
“Awalnya memang sempat muncul bahwa seorang pelaku membawa senpi. Tetapi dari pemeriksaan keterangan seluruh isi rumah, akhirnya didapat kepastian bahwa senpi itu ternyata softgun,” terang Timbul.
Kepastian itu muncul, terangnya, saat melakukan pemeriksaan kepada anak korban yakni Siti Heni Kholifah. Sejumlah pelaku yang juga menguras perhiasan Siti, sempat menembakkan senpi tersebut ke dinding rumah. Ternyata, suara yang keluar dari senjata itu pelan dan tidak menimbulkan bekas.
“Kami sempat mengecek bekasnya. Ternyata, memang tidak ada. Kondisi itu, akan berbeda jika memang senpi asli. Maka, akan membekas,” ujar mantan Kapolsek Karangploso itu.
Suminto, korban perampokan mengaku tidak mengenal delapan kawanan pelaku perampokan yang menguras hartanya. Meski pun, dalam aksi itu ada dua orang yang mengenakan penutup kepala.  “Dari enam pelaku yang wajahnya tidak ditutup, saya tidak tahu sama sekali. Termasuk, dari bahasa yang digunakan sampai logatnya. Apalagi, seorang pelaku sesekali juga memakai Bahasa Indonesia,” ungkapnya.
Lantas, bagaimana dengan dua pelaku lain ? Pria yang juga memiliki usaha bengkel itu menerangkan, karena lampu di ruang tengahnya mati, secara otomatis ia tidak bisa mengenalinya. Lebih-lebih, dirinya saat itu terbangun dari tidur dan mencoba mendekat ke asal suara.(sit/lim)