Rampok Bersenpi Obrak-abrik Poncokusumo

Suminto (inset) dan pintu rumahnya yang dirusak

Ikat Keluarga Korban, Bawa Kabur Mobil dan Tiga Motor
PONCOKUSUMO – Kawanan perampok benar-benar membuat aparat kepolisian murka. Jumat dinihari kemarin, wilayah Poncokusumo yang diobrak-abrik. Ngerinya, mereka tidak hanya bersenjata tajam, tapi juga menggunakan senjata api alias senpi saat memperdayai korbannya, Suminto, 51 tahun, warga Jalan Raya Desa Karanganyar RT 29/RW 12 Kecamatan Poncokusumo. Keluarga juragan papaya itu semuanya diikat dengan kawat bendrat, sementara Suminto ditodong senpi.
Akibat kejadian itu, satu unit mobil Panther warna Silver dan tiga unit motor masing-masing Honda Supra, Beat dan trail mini 50 cc milik Fahri (cucu korban), amblas dibawa kabur pelaku. Termasuk, uang tunai Rp 8 juta, perhiasan gelang dan kalung milik istri korban. “Total kerugian setelah dihitung, sekitar Rp 200 juta. Jumlah itu, termasuk oli dan perhiasan milik anak saya,” kata Suminto kepada Malang Post di rumahnya kemarin.
Diceritakan pria yang membuka usaha bengkel motor di rumahnya itu, saat kejadian berlangsung, di rumahnya seperti biasa hanya ada dirinya bersama istri, Sri Purwati, 49 tahun. Sementara anak dan menantunya, Siti Heni Kholifah, 30 tahun serta Isgiyanto, 37 tahun tinggal di rumah terpisah namun masih satu halaman bersama seorang anaknya, Fahri.
“Persis sekitar pukul 01.00, tiba-tiba pintu samping sebelah Barat, langsung dihantam benda keras. Karena istri saya sudah terbangun, makanya langsung kaget dan menghampiri pintu. Tidak tahunya, sudah ada pelaku yang masuk dengan membawa senjata celurit,” terangnya.
Seketika itu, tambah pria ramah ini, pelaku pun menghampiri istrinya seraya mengancam. Selanjutnya, korban yang turut terbangun dan langsung membuka pintu kamar, kontan disergap kawanan pelaku yang sudah di ruang tengah lebih dahulu.
“Yang pertama diikat istri saya. Tangan diikat di belakang dan kaki juga diikat dengan menggunakan kawat jemuran (bendrat). Sementara mata dan mulut, ikut juga ditutup dengan kain. Sementara saya, diikat kaki, tangan dan mulut. Sementara mata, dibiarkan terbuka,” lanjut Suminto.
Dalam kondisi sudah terikat itulah, seorang pelaku yang membawa senpi, langsung tanya tempat penyimpanan uang. Karena ditodong senpi, saya langsung menujukkan lokasi penyimpanan uang di dalam lemari ruang tengah.
“Saya tidak tahu, senpi itu asli atau tidak. Yang jelas, semua pelaku sekitar delapan orang, hampir semuanya membawa celurit. Kecuali, seorang yang menodongkan senpi ke kening saya,” imbuhnya.
Usai mengambil uang, tambah pria yang baru sekali ini mengalami musibah, pelaku lantas meminta kunci mobil Panther. Kemudian, langsung membuka pintu depan untuk menuju ke lokasi bengkel. “Di bengkel, pelaku masuk paksa dan mengambil oli serta genzet. Kemudian, pelaku pun masuk paksa ke rumah anak dan mantu saya. Di dalam rumah itu, mereka mengambil kalung dan gelang. Termasuk, mengikat anak dan mantu saya. Sementara cucu saya, dibiarkan tidak terikat,” lanjutnya.
Aksi perampokan baru selesai, urai korban, setelah uang tunai, perhiasan, kunci mobil dan tiga motor, berhasil dibawa pelaku. Selanjutnya, mereka membuka pintu samping yang menuju pagar utama halaman dan jalan raya. “Kami baru bisa meminta tolong, setelah ikatan bendrat di tangan, saya coba dengan menggunakan mulut. Dengan dibantu kain yang dipakai pelaku mengikat, akhirnya bisa dan kemudian meminta tolong warga dan polisi,” terangnya.
Sri Purwati malah mengatakan, tidak hanya sebatas diikat pelaku. Namun, kepalanya juga dipukul dengan menggunakan sisi belakang celurit. “Selain kaki saya yang kini memar, kepala saya waktu itu juga dipukul dengan baliknya celurit. Untungnya, tidak sampai luka. Pelaku memukul saya saat minta diberitahu lokasi menyimpan uang,” paparnya.
Kapolsek Poncokusumo, AKP Timbul Wahono, saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pengembangan. Termasuk, dugaan pelaku memakai senpi. “Memang ada kejadian itu (perampokan). Makanya, anggota masih melakukan pengembangan,” ujarnya. (sit/lim)
Harta yang Disikat Perampok
1 mobil Panther warna Silver
1 Honda Beat
1 Honda Supra
Trail Mini 50 cc
Gelang istri korban
Kalung istri korban
Gelang anak korban
Kalung anak korban
Uang Rp 8 juta
Olie Mesin
Genset

Kerugian ditaksir Rp 200 juta
Pelaku berjumlah 8, Bersenpi dan Celurit