Buru Rampok Poncokusumo, Gelar Doa Bersama

Korban perampokan, Suminto (kanan)

PONCOKUSUMO-Suminto, 51 tahun warga Jalan Raya Desa Karanganyar RT29/RW12, Kecamatan Poncokusumo, ternyata tidak hanya dikenal sebagai juragan pepaya dan pemilik usaha bengkel dirumahnya. Lebih dari itu, korban aksi perampokan Jumat dini hari yang menelan kerugian hingga Rp 200 juta itu, ternyata juga ketua Tim Sukses pemenangan Partai Nasdem untuk wilayah Poncokusumo di Pileg 9 April lalu.
“Iya, saya memang Ketua Tim Sukses Nasdem di Poncokusumo. Namun, aksi perampokan ini tidak mungkin ada keterkaitannya dengan hal tersebut. Meski pun, perolehan suara partai saya cukup besar,” kata Suminto saat ditemui Malang Post.
Dugaan itu disampaikan korban, bukan tanpa alasan. Masalahnya, masyarakat di Desa Karanganyar, tidak pernah memiliki unsur dendam atau saling iri. Jadi, begitu pelaksanaan pemilihan rampung, maka semuanya guyub bersama kembali.
“Pak Mulyadi itu juga tim sukses partai di Kecamatan Poncokusumo. Namun, tidak sampai kejadian seperti saya. Malahan, calon yang dibawanya juga lolos DPR RI. Makanya, perampokan yang saya alami, murni kejadian yang tidak ada keterkaitan dengan Pileg,” tambahnya.
Suminto berhasil menjadi tim sukses, karena di Poncokusumo yang masuk Dapil III, mampu meloloskan satu nama ke DPRD Kabupaten Malang dari Nasdem.
Sementara itu, bengkel dan distribusi pepaya yang menjadi usaha Suminto, kemarin sudah mulai berjalan normal. Bahkan, di rumah itu juga menggelar doa bersama untuk mempermudah pengungkapan polisi terhadap pelaku aksi perampokan.     
Sebagaimana diberitakan, Jumat sekitar pukul 01.00, sebanyak delapan pelaku masuk paksa ke rumah korban. Dalam kejadian itu, seluruh penghuni rumah berhasil dilumpuhkan pelaku. Sementara sejumlah barang yang berhasil disikat pelaku, yakni satu unit mobil, tiga motor dan perhiasan serta barang beharga lain dengan total kerugian sekitar Rp 200 juta. (sit/aim)