Lima Joki Unas ditangkap

Terbentuknya tim khusus (timsus) untuk memburu para pelaku joki unas akhirnya membuah hasil.  Unit Jatanum Polrestabes, Surabaya, Sabtu (26/4) malam telah berhasil mengamankan 5 orang yang diduga jaringan joki unas di Jogyakarta.
"Benar telah ada lima orang yang diamankan jaringan joki unas di Yogyakarta," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta, Minggu (27/4).
Dari data penyidikan, bahwa lima orang ini merupakan mahasiswa Surabaya Swasta. Namun kini masih dalam pemeriksaan.
Lima orang yang diduga sebagai jaringan joki gosok di Alun-alun Utara Jogyakarta oleh Unit Jatanum Polrestabes, Surabaya, Sabtu (26/4) malam masih menjalani  pemeriksaan petugas penyidik.
Kanit Kejatahatan Umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya, AKP M.S Fery menjelaskan lima orang yang diamankan itu adalah mahasiswa dari Surabaya dan mereka bertugas sebagai koordinator atau pencari siswa pelajar SMA yang menginkan kunci jawaban Ujian Nasional (Unas).
"Jadi lima mahasiswa ini hanya mencari pelajar SMA, sebab mereka masih punya atasanya (Joki Ganas) yang kini masih dalam pencarian," kata Kanit Jatanum Polrestabes AKP M.S Fery, saat dikonfirmasi, Minggu (27/4)
Dengan mendapatkan pelajar mereka melaporkan ke Joki Ganas. Ternyata ada keterangan yang salah dari berita sebelumnya bahwa lima mahasiswa ini hanya mengkoordinir 8 pelajar dan bukan 10 pelajar atau sepuluh sekolah.
"Jadi mereka hanya mengkoodinir 8 sekolah bukan 10 sekolah yang mengikuti kunci jawaban," terangnya.
Polrestabes Surabaya terus mengembangkan penangkapan terhadap lima orang Joki Unas yang ditangkap di alun-alun Yogyakarta.
Dari pengakuan sementara lima mahasiswa  mendapatkan uang total Rp 207 juta, dan kemudian di setorkan ke Joki Ganas Rp 100 juta. Mereka mendapat uang dari sejumlah murid yang membutuhkan kunci jawaban Unas.
Kanit Jatanum Polrestabes IAKP MS Ferry menjelaskan setelah diketahui polisi lima mahasiswa tersebut kabur dan berpindah-pindah tempat
"Mereka berpindah-pindah lokasi mulai dari Malang, Bandung hingga akhirnya tertangkap di Jogyakarta dan membawa uang Rp 107 juta," paparnya. (bj/feb)