Jual Pohon Kelapa, Adik Polisikan Kakaknya

MALANG – Gara-gara pohon kelapa, Soleh Susanto, 57 tahun harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Ngajum, sejak akhir pekan lalu. Warga Dusun Sembon Timur Desa/Kecamatan Ngajum ini, ditahan setelah dilaporkan saudara kandungnya sendiri, Luluk Hariyanto, 45 tahun, warga Waru, Sidoarjo. Dia menjual 10 pohon kelapa milik korban tanpa izin.
“Tersangka kami tahan karena korban meminta kasusnya untuk dilanjutkan. Namun kasus ini bisa saja dicabut karena merupakan delik aduan. Dan untuk tersangka, kami jerat dengan pasal 376 KUHP yaitu penggelapan dalam keluarga,” ungkap Kapolsek Ngajum AKP Sri Sugeng Waskito.
Kisahnya, pertengahan 2010 lalu Luluk meminta Soleh untuk membelikan 15 pohon kelapa di wilayah Kecamatan Ngajum. Pohon kelapa tersebut sedianya untuk membangun sebuah pabrik. Selama pabrik belum dibangun, korban menitipkan pohon kelapa tersebut kepada tersangka.
Mendapat kepercayaan dari adiknya, tersangka bukannya menjaga dengan baik. 10 dari 15 pohon kelapa tersebut, malah dijual kepada seorang warga Pasuruan seharga Rp 2,3 juta. Uang hasil penjualan tersebut habis diakui tersangka sudah habis.
“Uangnya habis saya digunakan untuk membetulkan rumah serta membayar hutang. Saat itu saya terpaksa menjual pohon kelapa karena kepepet butuh uang,” tutur tersangka Soleh.
Perbuatan Soleh tersebut baru terbongkar pertengahan April lalu. Saat itu korban datang ke Kecamatan Ngajum, untuk melihat pohon kelapa miliknya yang dititipkan pada kakaknya. Saat ditanyakan, ternyata pohon kelapa miliknya telah dijual kepada orang lain tanpa memberitahu.
Karena kecewa dengan tindakan kakaknya, apalagi tersangka tidak hanya sekali itu melakukan penipuan, Luluk yang tidak terima lalu mengadukan ke petugas Polsek Ngajum pada 17 April lalu. Berdasarkan laporan korban itulah, polisi lalu menyelidiki dan begitu terbukti tersangka langsung ditahan.(agp/aim)