Dodik Divonis Hukuman Percobaan

Dodik Herdianto bersama Johnny Hehakaya, masih pikir-pikir untuk mengajukan banding, usai putusaan hakim kemarin.

KEPANJEN- Majelis Hakim PN Kepanjen memutuskan Caleg DPRD Kabupaten Malang Dapil 1 dari Partai Demokrat, Dodik Herdianto bersalah melanggar pidana pemilu. Dia divonis hukuman percobaan dua bulan penjara dan denda Rp 15 juta. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni dua bulan penjara dan denda Rp 10 juta.
Ketua Majelis Hakim Riono SH menyatakan, terdakwa bersalah karena melakukan money politik saat kampanye Partai Demokrat yang dihadiri SBY, di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, 22 Maret 2014 lalu. Terdakwa membagikan kaos bergambar SBY, stiker bergambar Dodik serta uang sebesar Rp 20 ribu kepada masyarakat yang hadir.
“Terdakwa melanggar Pasal 89 huruf d jo pasal 301 ayat 1 Undang-undang nomor 8 tahun 2012, tentang pemilu anggota legislatif DPR, DPD dan DPRD,” kata Ketua Majelis Hakim Riono SH kepada Malang Post kemarin.
Kendati diputus bersalah, tidak dilakukan penahanan terhadap terdakwa. Pasalnya, Majelis Hakim hanya memberikan hukuman berupa pidana percobaan atau bersyarat selama satu bulan. “Kalau selama menjalani masa hukuman percobaan tersebut terdakwa melakukan tindak pidana apapun itu, maka yang bersangkutan harus menjalani hukuman kurungan penjara selama dua bulan,” terangnya.
Menanggapi keputusan tersebut, baik jaksa penuntut umum (JPU) dan terdakwa menyatakan pikir-pikir terlebih dahulu. Kedua belah pihak akan menentukan sikapnya dalam tiga hari kedepan sesuai tenggat waktu yang diberikan Majelis Hakim.
Sementara itu, Dodik terlihat sumringah usai Majelis Hakim memvonis membacakan putusannya. Kendati demikian, dia menyatakan tidak akan gegabah mengajukan banding ataupun langkah lainnya untuk meringankan hukuman.
“Dilihat saja jangka waktu tiga hari yang telah diberikan Majelis Hakim. Saya masih memikirkan apakah melakukan banding atau tidak. Termasuk memikirkan baik buruknya terhadapa nasib saya kedepannya nanti,” bebernya ditemui usai persidangan.
Kendati demikian, dia mengelak apa yang dilakukannya saat itu merupakan pelanggaran pidana pemilu. Lantas uang tersebut dikatakannya merupakan pengganti transport bagi simpatisan yang hadir dalam kampanye SBY saat itu.
“Uang itu berasal dari DPP Partai Demokrat, sebagai pengganti uang bensin untuk simpatisan. Semua Caleg yang hadir dalam kampanye tersebut