Jual HP Curian, Jaringan Pencuri HP Ditangkap

DAU – Jaringan pencuri dan penadah handphone di Kabupaten Malang digulung Polsek Dau. Polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, 20 HP yang belum sempat dijual, satu unit sepeda motor, sebuah sarung tangan dan satu kunci l. Semuanya diperoleh dari Wahyu Hartono, 28 tahun, warga di Dusun Banjar Tengah Desa Sumbersekar Kecamatan Dau.
Selain menangkap Wahyu, polisi juga mengamankan seorang pria yang diduga sebagai penadahnya, Agus Ari Irawan, 26 tahun, warga Jalan Bromo Kelurahan Sisir Kota Batu.
Kapolsek Dau Kompol Zein Mawardi mengatakan, tersangka melakukan aksinya pada Jumat (25/4) lalu.
“Tersangka menjalankan aksinya pada dini hari, saat kondisi sekitar lokasi kejadian sepi. Berbekal kunci letter l dan sebuah besi, tersangka menjebol gembok yang ada di toko HP tersebut,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Setelah berhasil membuka pintu konter, tersangka masuk ke dalam dan merusak kunci etalase. Tersangka yang diketahui bekerja sebagai kuli bangunan ini menggasak 20 HP dari berbagai merek dan memasukannya ke dalam tas yang dibawanya.
Puas mendapatkan HP curian itu, lantas tersangka kembali ke rumah hontrakannya. “Kemudian pada pagi harinya, tersangka menitipkan 20 HP hasil curian tersebut, kepada tersangka Agus Ari Irawan. Mereka berjanji hasil penjualan HP tersebut akan dibagi dua,” terang perwira menegah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya tersebut.
Tersangka Agus Ari pada Selasa (29/4) menjual seluruh HP tersebut di salah satu pertokoan di Tlogomas Kota Malang. Saat menjual, ternyata pemilik toko mengetahui bahwa HP itu dagangan milik salah seorang rekannya. Pemilik tokopun seketika itu juga secara diam-diam melaporkan ke petugas Polsek Dau.
Tidak berselang lama, petugas langsung datang ke toko tersebut dan menangkap tersangka. “Saat kami tangkap penadah HP ini, dia mengaku mendapatkannya dari tersangka Wahyu. Berbekal informasi dari pelaku penadah ini, anggota kami langsung bergerak untuk menangkap tersangka pencurian,” terangnya.
Tanpa kesulitan, petugas berhasil menangkap tersangka Wahyu Hartono di tempat kerjanya di sebuah proyek bangunan.
“Untuk tersangka Wahyu kami jerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan yang ancaman hukuman lima tahun penjara. Sedangkan tersangka Agus kami jerat pasal 480 tentang penadahan barang curian, paling lama empat tahun penjara,” tandasnya. (big/aim)