Transaksi Sabu, Kakek Dibekuk

MALANG - Seorang kakek satu cucu, Kamis lalu dibekuk Satuan Reskoba Polres Malang. Dwi Atmojo, 47 tahun ini, diringkus karena kedapatan membawa barang haram narkotika jenis sabu-sabu. Dia dibekuk di jalan raya depan RS Wava Husada Kepanjen.
Dari tangan warga Dusun Lenggoksono Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo ini, polisi mengamankan empat poket sabu-sabu yang dibungkus plastik transparan. Barang bukti tersebut ditemukan di dalam saku celananya.
Kasat Reskoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat mengatakan, penangkapan tersangka Dwi Atmojo ini berawal dari informasi masyarakat. Polisi mendapat laporan bahwa di depan RS Wava Husada Kepanjen ada transaksi narkoba jenis sabu-sabu.
"Berangkat dari informasi tersebut, kami lalu melakukan penyelidikan. Begitu tersangka usai melakukan transaksi, kami langsung menangkapnya," ungkap Syamsul Hidayat.
Mantan Kanitreskrim Polsek Singosari ini menambahkan, bahwa tersangka Dwi ini sudah lama menjadi target operasi. Namun selama ini, dia selalu lolos ketika akan ditangkap. "Tersangka kami jerat dengan pasal 112 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara," tutur Syamsul.
Sementara itu, dalam pemeriksaan penyidik, Dwi bapak dua anak ini mengaku sudah setahun ini menjadi budak narkotik. Dia membeli SS tersebut dari seorang temannya berinisial W, warga Kecamatan Gondanglegi yang kini masih buron. Sepoket SS dibelinya dengan harga Rp 200 ribu.
"Saya membeli empat poket SS kepada W. SS tersebut sedianya akan saya pakai bersama-sama dengan teman. Uang untuk membeli SS tersebut, saya beli dengan patungan dengan teman. Usai memakai SS itu badan saya terasa segar," ujar Dwi, yang mengaku kesehariannya sebagai buruh tani.(agp/lim)