Lima Perampok Ditembak Mati

Lima perampok yang ditembak mati merupakan spesialis pelaku perampokan rumah mewah. Sudah banyak rumah mewah di Surabaya yang disatroninya. "Ada puluhan aksi yang dilakukan para pelaku di Surabaya, semuanya rumah mewah," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta kepada wartawan, Jumat (2/5/2014).
Setija mengatakan, selain Villa Bukit Regency sebagai lokasi terakhir beraksi, para pelaku juga menggarong rumah mewah di rumah dinas peternakan di Jalan Ahmad Yani, perumahan di Sutorejo, perumahan mewah di Wiyung, dan lain sebagainya. Selain di Surabaya, mereka juga beraksi di kota lain seperti Malang, Semarang, Yogyakarta, dan kota lain di Jawa Barat dan Sumatera. "Mendapat Rp 800- Rp 900 juta itu biasa bagi para pelaku. Bahkan pada aksi terakhir komplotan itu mendapat Rp 2 miliar," ujar Setija.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi mengatakan, komplotan tersebut dikenal dengan nama kelompok Medan. Mereka memang sudah menyiapkan diri sebelum beraksi. "Kelompok itu datang dari Bekasi tanpa membawa apa-apa. Mereka survey lokasi yang hendak dirampok dan membeli peralatan untuk merampok di sini," tambah Agung.
Kelompok itu juga tahu dimana harus membeli barang yang berkualitas. Mereka hanya membeli barang yang digunakan untuk merampok, seperti tang besar, di sebuah supermarket tertentu. "Mereka tak mau membeli di supermarket lain karena tahu kualitas barang yang akan digunakannya," ujar Agung.
Agung menjelaskan, saat merampok pun kelompok itu tak mau mengambil barang-barang remeh seperti HP ataupun peralatan elektronik. Benda-benda tersebut rawan dilacak. Mereka hanya mengambil uang dan perhiasan. "HP memang mereka ambil tetapi HP itu kemudian mereka buang sembarang sehingga kami yang melacak melalui HP pun kebingungan," jelas Agung.
Setelah berhasil merampok, kelompok itu lalu balik ke Bekasi. Di sana sudah ada penadah yang menampung perhiasan hasil perampokan. Mereka pun tak mau dibayar lewat transfer karena juga rawan meninggalkan jejak, harus dibayar tunai. "Setelah kejadian ini, kelompok Medan lain mungkin akan tiarap. Tetapi tiarapnya hanya di Surabaya, di kota lain mereka masih melakukan aksinya," tandas Agung.
Seperti diberitakan sebelumnya, Lima perampok ditembak mati polisi. Mereka diberi tindakan tegas karena mencoba melawan dengan senjata tajam (sajam) saat hendak ditangkap.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya itu mengatakan, kelima pelaku adalah Suyono (40), warga Bekasi; Danu Tala Simanungkalit (32), warga Jalan H Umar, Bekasi, Jabar; Riski Hutahuruk (44), warga Jalan Bangun Rahayu, Katibun, Lampung Selatan; Jonnry Marbun (30), warga Kampung Rawa Aren, Aren Jaya, Bekasi Timur; dan Romulus Nainggolan (34), warga Jalan Narogon Megah, Pengasinan, Rawa Lumbu, Bekasi. (jpnn/udi)