Pengeroyok Polisi Diringkus di Blimbing

MALANG – Pelarian Siswanto akhirnya berakhir di balik terali besi Mapolres Malang. Pemuda berusia 30 tahun ini,  kemarin berhasil  diringkus petugas Buser Polres Malang setelah dua tahun menjadi buronan. Dia terlibat kasus pengeroyokan terhadap anggota Reskrim Polsek Pakis, yakni Briptu Agus P Utomo.
Siswanto ditangkap di rumahnya Jalan LA Sucipto Kecamatan Blimbing Kota Malang, ketika pulang usai kabur ke Ambon. Dengan tertangkapnya Siswanto ini, dari tiga pelaku pengeroyokan semuanya sudah tertangkap. Dua temannya yaitu Titis Dwi alias Galang, warga Desa Ngijo Kecamatan Karangploso dan Wahyu Priambodo, warga Perum Mondoroko Kecamatan Singosari sudah menjalani hukuman. Keduanya dibekuk satu jam setelah kejadian.
“Tersangka Siswanto ini sudah lama menjadi target operasi kami. Begitu mendapat informasi kepulangannya, dia langsung kami amankan,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK kepada Malang Post.
Aksi pengeroyokan terjadi pada awal bulan September 2012. Saat itu korban Briptu Agus P Utomo bersama seorang temannya sedang minum kopi di sebuah warung depan Taman Wisata Wendit Kecamatan Pakis. Ketika sedang asyik ngopi, korban melihat tiga pelaku sedang mabuk berat di sekitar area parkiran.
Karena dicurigai akan membuat keonaran, korban terus mengawasi ketiga pemabuk ini dari jarak jauh. Rupanya hal itu justru membuat salah satu pelaku tersinggung. Selanjutnya dengan berjalan sempoyongan, salah satu pelaku langsung menghampiri korban dan langsung memukul.
Mendapat pukulan, korban lalu membalas dan berusaha mengamankan. Namun kedua pelaku lainnya yang melihat ikut membantu temannya dan langsung mengeroyok. Akibatnya korban mengalami babak belur di wajahnya. Aksi pengeroyokan baru berakhir setelah warga datang melerai dan ketiga pelaku langsung kabur.
Korban yang tidak terima, lalu menghubungi anggota Polsek Pakis lainnya. Satu jam setelah kejadian dua pelaku berhasil ditangkap, sedangkan Siswanto saat itu kabur. Siswanto baru berhasil diamankan setelah pulang dari persembunyiannya. “Saya hanya melerai. Yang mempunyai masalah teman saya. Tetapi saat itu saya juga ikut memukul sekali di wajah korban,” tutur Siswanto, yang kedua tangannya penuh lukisan tato ini.(agp/nug)