Polisi Buru PJ Pengedar Riven Miras Oploson

LAWANG - Polisi terus berupaya mengungkap pelaku pengedar miras oplosan yang menyebabkan 12 nyawa melayang di Lawang, pada pertengahan bulan April lalu. Terbaru, Reskrim Polsek Lawang menemukan indikasi riven yang dicampur miras oplosan tersebut, diedarkan oleh sesorang yang identitasnya sudah diketahui.
Kanit Reskrim Polsek Lawang Iptu Imron SH M.Hum mengatakan, pelaku pengedar Riven itu berinisial PJ.
“Identitas pelaku yang diduga mengedarkan riven itu didapat dari keterangan kedua saksi Juminten alias Tika dan Dela. Kedua saksi itu kami temukan di rumah kontrakannya di Dinoyo Kota Malang,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Sebelumnya, kedua wanita tersebut ikut pesta miras oplosan di kos-kosan korban meninggal, Edwin, di Jalan Sumberwaras Kecamatan Lawang. Namun, keduanya menghilang setelah korban tewas berjatuhan. “Status keduanya masih sebagai saksi. Mereka hanya diberikan wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” imbuhnya.
Dijelaskannya, seperti keterangan dari keduanya, korban Edwin memperoleh bahan Riven yang dicampur ke dalam miras dari sesorang berinisial PJ. Kata mantan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen ini, PJ merupakan warga Kota Malang. Selain itu, PJ juga mantan pegawai di salah satu pabrik yang memproduksi alkohol untuk obat-obatan di Lawang. Riven adalah zat kimia sejenis ethanol.
“Untuk asal muasal riven ini, kami masih melakukan penyelidikan. Apakah didapat dari sekitar Kecamatan Lawang atau dari daerah lain,” kata perwira pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya.
Disinggung mengenai asal muasal riven dari salah satu pabrik alkohol untuk obat-obatan di Lawang, dia mengatakan belum menenumkan indikasi tersebut. Pasalnya setelah dilakukan pemeriksaaan di dua pabrik itu, keluar masuk alkohol sangat ketat. Yakni ada petugas bea cukai yang mengawasi langsung keluar masuk alkohol.
“Untuk celah yang dimungkinkan mengambil riven itu, dari mobil tangki yang membawanya. Saat diparkir di dalam area pabrik, dijaga oleh satpam. Kami duga oknum satpam pabrik itu yang membantu mengeluarkan riven tersebut,” bebernya.
Sedangkan untuk pelaku pengedar riven atau miras oplosan, bisa dijerat pidana. “Pelaku pengedar miras oplosan bisa dijerat pidana pasal 204 KUHP Ayat tentang peredaran barang berbahaya yang membahayakan orang. Ancaman hukumanya adalah maksimal 20 tahun kurungan penjara,” urainya. (big/aim)