Buron, Pembunuh Lima Tahun Lalu Ditangkap

MALANG – Bagi Son Wahyudi tujuh tahun menjadi waktu yang cukup lama untuk sembunyi dari kejaran polisi. Warga Kecamatan Bululawang ini, menganggap bahwa kasus pembunuhan yang dilakukan bersama lima temannya sudah dilupakan polisi. Namun dugaannya salah, karena begitu pulang dari pelarian, Jumat lalu dia ditangkap petugas Buser Polres Malang.
Pria berusia 32 tahun ini, diringkuk petugas di rumahnya. Saat diamankan dia sama sekali tanpa perlawanan. Tersangka hanya pasrah begitu polisi datang menangkap, lalu menggelandangnya ke Mapolres Malang.
Sekedar diketahui, aksi pengeroyokan yang mengakibatkan satu korbannya meninggal dunia terjadi 4 September 2007 lalu. Dini hari itu sekitar pukul 00.30, korban Mohammad Rouhan, 27 tahun, (meninggal dunia) dan Safiudin, 23 tahun warga Dusun Boro, Desa Krebet Senggong Kecamatan Bululawang, sedang nonton pertunjukkan kuda lumping di Dusun Tunjungsari Desa Kuwolu Kecamatan Bululawang.
Ketika sedang asyik nonton, datang enam orang pemuda tak dikenal salah satunya Son Wahyudi dengan membawa senjata celurit dan pedang. Mereka langsung menyerang kedua korban yang sedang asyik nonton. Korban Rouhan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, akibat luka bacok di kepala, dada, tangan serta perut. Sedangkan Safiudin menderita luka memar di wajah.
Usai melakukan penganiayaan, keenam pelaku ini kabur. Kedua korban yang menderita luka langsung ditolong warga sekitar. Sebagian warga lainnya melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Bululawang dan Polres Malang. Dari laporan itu, polisi berhasil mengamankan empat dari enam pelaku. Keempatnya sudah bebas setelah menjalani hukuman.
Sedangkan dua pelaku lainnya, saat itu berhasil kabur. Son Wahyudi berhasil ditangkap Jumat lalu setelah tujuh tahun buron. Sedangkan satu pelaku lainnya berinisial S, hingga kemarin masih buron. “Tersangka ini kami jerat dengan pasal 170 KUHP sub 338 KUHP tentang pengeroyokan dan pembunuhan. Ancaman hukumannya adalah 15 tahun kurungan penjara,” terang Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Sementara itu, tersangka Son wahyudi dalam pemeriksaan mengaku kalau dirinya selama ini kabur ke Kalimantan. Dia nekat kabur karena takut ditangkap polisi. Tersangka mengakui ikut melakukan pengeroyokan dengan senjata tajam. “Saya hanya ikut-ikutan saja karena diajak teman. Dan saya pulang, karena menganggap kasusnya sudah berhenti. Tidak tahunya begitu pulang saya langsung ditangkap,” tutur Son Wahyudi.(agp/aim)