Gagal Tangkap Eksekutor, Dapat Penadah

MALANG - Upaya Tim Buru Sergap (Buser) Reskrim Polres Malang menangkap dua 'eksekutor' curanmor dini hari kemarin memang gagal. Tetapi bukan berarti polisi tidak mendapat gantinya. Seorang penadah serta tiga unit sepeda motor hasil kejahatan, berhasil diamankan.
Dua pelaku eksekotor curanmor yang gagal ditangkap saat digrebek, masing-masing berinisial NA alias Tersek alias Badui, warga Desa Urek-urek, Kecamatan Gondanglegi. NA berhasil kabur saat akan ditangkap di sekitar Jalan Raya Desa Kidangbang Kecamatan Wajak Sabtu malam, sekitar pukul 22.00. Dia kabur ketika akan transaksi jual beli ranmor hasil curian.
“Tetapi kami berhasil mengamankan sepeda motor curian yang akan dijual. Dari penyelidikan sepeda motor itu hasil kejahatan pada 1 April lalu, di wilayah Kecamatan Bululawang,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Satu eksekutor lainnya berinisial YN, warga Desa Bambang Kecamatan Wajak. YN berhasil kabur ketika polisi menggrebek rumahnya. Dia kabur lewat belakang dengan menjebol dinding rumahnya yang terbuka dari bambu. Dari penggrebekan polisi hanya mengamankan dua kunci T serta satu unit sepeda motor Suzuki Satria warna putih.
Sementara seorang penadah yang berhasil dibekuk adalah Siswanto, 40 tahun, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Dia ditangkap ketika hendak menjual sepeda motor Yamaha Mio warna putih. Sepeda tersebut hasil kejahatan di wilayah Kecamatan Bululawang pada bulan Maret lalu.
Siswanto mengaku hanya orang suruhan untuk menjualkan motor curian. Dia disuruh oleh JL, tetangganya yang diduga sebagai pelaku pencurian. JL sendiri saat ini masih menjadi buronan polisi.
“Saya hanya diminta menjualkan saja. Katanya kalau sepeda motor laku, uang hasil jualan akan dibagi dua dengan saya,” tutur Siswanto.
Sampai bulan ini, Polres sudah mengamankan barang bukti 22 unit sepeda motor hasil kejahatan. “Kami akan terus memburu para pelaku curanmor yang selama ini beraksi di wilayah Kabupaten Malang,” sambung Aldy.(agp/aim)