Rumah Terbakar, Balita Tewas Terpanggang

Nasib tragis dialami Nur Rahmad Ubaidillah, 4 tahun warga Dusun/Desa Dengkol RT 02 RW 02, Kecamatan Singosari, Minggu pagi kemarin. Balita yang masih duduk dibangku TK itu, ditemukan tewas terpanggang di kamar depan rumah pamannya, Rofii alias Pii, 45 tahun yang ludes dilahap si jago merah.
Dalam kejadian yang berlangsung cepat itu, juga membuat tiga penghuni rumah mengalami luka bakar. Yakni Rofii di sekujur tubuh, anaknya Deni Sunarko, 25 tahun luka bakar di bagian kaki. Dan cucu Rofii yakni Oktian Dida Darmansa, 3 tahun, luka bakar di tubuh dan wajah.
Akibat kebakaran yang berlangsung tidak kurang dari 60 menit itu, menghanguskan seluruh isi rumah yang posisinya saling berdekatan antar satu keluarga tersebut. Bahkan, dua unit motor masing-masing Honda Beat dan Honda Grand milik Deni, ikut hangus total.
“Kejadiannya sangat cepat, antara bensin tumpah lalu disambar api, tidak kurang dari dua menit. Sampai akhirnya, membakar isi rumah bapak,” terang Deni yang ditemui di ruang rawat inap RSUD Lawang kemarin.
Diterangkannya, bensin itu adalah jualan di warungnya yang terletak di sebelah Timur rumah. Malam sebelum kejadian, dirinya membeli bensin sebanyak 131 liter yang dipisah dalam empat jirigen kapasitas 35 liter, untuk persiapan di jual Minggu pagi. Jirigen itu ditaruh di ruang tamu rumah bapaknya.
“Minggu pagi sekitar pukul 06.05, seperti biasa rumah sepi. Karena ibu (Sunariyem) dan istri saya (Sri Sundari), bersih-bersih warung. Sementara di rumah, hanya ada saya, bapak dan Didan (Oktian Dida Darmansa),” kata Deni.
Dalam kondisi sepi itulah, ungkapnya, keponakannya yakni Obet (Nur Rahmad Ubaidillah) bermain ke rumah. Karena Obet dan Didan sudah biasa bermain, makanya tidak begitu dipermasalahkan. Sampai akhirnya, keduanya bermaksud mengeluarkan sepeda ontel milik Didan yang letaknya berdekatan dengan jirigen.
“Tanpa sengaja, jirigen yang sudah ditutup itu jatuh dan terbuka. Kontan, bensin pun langsung menggenai ruang tamu yang berjarak sekitar 7 meteran dari dapur. Bapak yang tahu lebih dahulu, sempat tanya kepada Obet. Sementara Obet, langsung menuju ke belakang dan bapak pun langsung mencoba membersihkan air bersih yang di lantai. Saat itulah, api dari dapur yang tengah masak air, langsung datang dan menyambar bensin,” imbuhnya.
Melihat kejadian itu, suami Sri Sundari itu, langsung spontan lari ke halaman depan. Sementara bapaknya, kontan menjadi sasaran api bersama Didan. Beruntung, meski api sudah menyambar bapaknya, namun berhasil membawa Didan keluar rumah. Bahkan, berhasil mengeluarkan satu unit motor Revo.
“Kami sama-sama panik. Apalagi, api saat itu langsung menyambar jirigen lain yang terisi bensin. Sehingga, dalam sekejap api langsung membakar semua. Sementara Obet, usai kejadian itu tidak ditemukan. Perkiraan kami, dia keluar rumah lewat dapur,” ungkap Deni di ruang lantai dua RSUD Lawang.
Sekeluarga mulai panik, terangnya, begitu menyadari seluruh rumah sudah ludes. Warga yang mencoba memadamkan api, pun berhasil meruntuhkan bagian atap rumah agar nyala api tidak menyambar rumah lain. Hanya saja, saat itu Obet tidak ada.
“Saya menemukan Obet di dekat pintu kamar. Kondisinya sudah meninggal dengan posisi telengkup,” ungkap Heri, yang masih kerabat korban.
Akibat kejadian itu, Rofii dan Didan, menjalani perawatan di RSSA Malang. Sementara Deni, dirawat di RSUD Lawang dengan kondisi kaki yang sudah dibalut perban. (sit/aim)