Diduga Bocor, Razia Miras Minim Hasil

LAWANG- Petugas gabungan dari Denpom V/3 Brawijaya dan Polres Malang menggelar razia miras di sejumlah tempat hiburan di Kecamatan Lawang pada Selasa (6/5) malam. Operasi miras diduga bocor, sehingga hasil yang didapatkan minim. Bahkan ada café yang tutup lebih dini.
Razia diawali dari Cafe Keraton, di Desa Turirejo. Di tempat tersebut, petugas hanya mendapati sebuah botol kosong berlabel Vodka yang memiliki kadar alkohol tinggi di atas 35 persen. Sempat terjadi cekcok, saat petugas meminta penjaga cafe untuk menunjukan tempat penyimpanan vodka lainnya. Namun penjaga cafe beralasan, botol tersebut dibawa pengunjung dari luar. Setelah dilakukan pengecekan dengan seksama diseluruh ruangan, petugas tidak menemukan vodka itu.
”Fungsi kami sebagai Sabhara yakni melakukan pencegahan terjadinya ancaman atau bahaya yang merugikan masyarakat. Sehingga mewujudkan ketertiban dan keamanan di masyarakat," kata Kanit Sabhara Polres Malang AKP Ainun Djariah kepada Malang Post, kemarin.
Karaoke Olala yang terletak di Jalan Diponegoro juga menjadi sasaran razia. Di salah satu ruangan karaoke, petugas menemukan pengunjung bernama Bogang yang membawa Vodka, ditemani dua pemandu karaoke (purel). Dia diminta petugas untuk menunjukan tempat dimana membeli Vodka tersebut yang terletak di sebuah rumah di Kelurahan Kalirejo Lawang.
Hasilnya, petugas hanya menemukan beberapa botol miras yang kosong. Setelah tidak ditemukan Vodka di tempat itu, Bogang kemudian didata dan dipersilahkan pulang oleh petugas
Hal yang sama juga dialami petugas  di Hotel Sumber Waras, Jalan Sumber Waras Kelurahan Kalirejo. Lagi-lagi polisi gagal menemukan minuman oplosan berbahaya dan miras dengan kadar alkohol tinggi. Hanya sepasang laki-laki dan perempuan yang menginap tanpa bukti pernikahan di kamar nomor sembilan. Petugas tidak mengamankan petugas tersebut dan hanya melakukan pendataan.
Tak hanya di Lawang, petugas sejatinya akan melakukan razia miras oplosan di Kecamatan Pakisaji. Namun razia tersebut urung dilakukan. Lantaran tempat cafe yang dibidik target operasi, saat itu sudah tutup.
"Biasanya buka sampai jam satu. Ini masih jam 23.30 wib tempatnya sudah tutup. Apa sudah tau mau ada razia ya?," celetuk salah seorang petugas.
Menurut Ainun, operasi tersebut merupakan giat cipta kondisi yang rutin dilakukan. Terlebih terkait peristiwa yang menggemparkan Kecamatan Lawang beberapa waktu lalu, 12 orang tewas akibat menenggak miras oplosan
Selain miras oplosan miras berkadar tinggi sebenarnya juga menjadi sasasrannya. Hanya saja, saat itu yang ditemukan hanyalah sebuah botol Vodka dari salah pengunjung Karaoke Olala.
"Razia cipta kondisi akan terus kami lakukan. Namun, pemilihan waktunya akan secara acak agar lebih maksimal," tandasnya. (big/aim)