Bekal Habis, Imigran Serahkan Diri

MALANG - Delapan imigran menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi Klas I Malang setelah kehabisan uang dan bekal. Tujuh imigran asal Afganistan dan satu asal Pakistan itu semula berencana mencari suaka ke Australia.  Satu diantara mereka ditengarai terlibat dalam sindikat penyelundup imigran asal Timur Tengah.
Imigran yang menyerahkan diri tersebut masing-masing, Abbas Ali Ahmadi, 17 tahun, Mohamamd Juma, 22 tahun, Mohammad Hadi, 20 tahun, M Reza, 34 tahun, Reza Alizada, 31 tahun, Mirza Husaain, 21 tahun, M Hussain, 26 tahun. Mereka berasal dari Afganistan. Sedangkan  Sayed Muhammad Rahim, 30 tahun berasal dari Pakistan.
Usai menyerahkan diri, Kantor Imigrasi Klas I Malang langsung memeriksa delapan orang tersebut.  Semua imigran asal Afganistan tak membawa paspor, mereka hanya memegang surat atau sejenis sertifikat dari UNHCR. Hanya Sayed Muhammad Rahim saja yang memiliki paspor.
Kasi Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kota Malang, Romi Yudianto menjelaskan, delapan imigran itu menyerahkan diri setelah sebelumnya melakukan perjalanan dari Bogor, Jakarta dan Surabaya. “Saat di Surabaya mereka diarahkan ke Malang. Mungkin karena dekat dengan Rudenim Bangil,” katanya kepada Malang Post.
Menurut pengakuan, mereka berencana akan melanjutkan perjalanan ke Australia untuk mencari suaka. Namun karena menyerahkan diri, Imigrasi ahirnya akan mengirim ke Rudenim.
“Kemungkinan dikirim ke Rudenim di Kupang atau di Pangkalpinang yang masih kosong. Mereka tidak bisa dikirim ke Rudenim di Bangil karena  sudah penuh,” kata Romy.
Namun demikian belum diketahui kapan akan dikirim ke rudenim. Pasalnya masih menunggu koordinasi dengan International Organization for Migration (IOM), sebuah badan dunia yang menangani para imigrasi.
Berdasarkan pemeriksaan, Sayed Muhammad Rahim dicurigai bagian dari sindikat perdagangan orang. Hal ini berdasarkan sejumlah indikasi. Diantaranya dia masuk dari Malaysia. Hal itu dibuktikan dengan stempel kedatangannya di paspor yang berstempel Malaysia. Namun ketika berada di Indonesia, pria 30 tahun itu tak melapor ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di Indonesia.
Indikasi lainnya, Sayed Muhammad Rahim bukan wajah baru. Ia diduga sebagai salah satu dari sejumlah imigran yang pernah ditangkap lalu melarikan diri saat berada di Malang. “Karena itu kami akan proses pro yustisa terhadap Sayed Muhammad Rahim untuk mengungkap dugaan tersebut,” kata  Romy. (van/nug)