Diancam, Gunadi Tetap Tak Terbendung

MALANG - Kekuatan advokat Gunadi Handoko SH, MM, M.Hum benar-benar tak mampu dibendung dalam memenangi pemilihan Ketua DPC Peradi Malang Raya, Sabtu malam lalu. Padahal, tampilnya mantan lawyer PT. Bentoel Malang dalam bursa pencalonan, dibayangi ancaman pemecatan dari keanggotaan IKADIN (Ikatan Advokat Indonesia) organisasi profesi induknya. Dalam Muscab di Hall Hotel Harris Malang itu, perolehan suara pemilik Gunadi Centre ini melaju pesat meninggalkan tujuh advokat yang diajukan peserta Muscab.
Lantas, pimpinan sidang yang dikomandani advokat Sueb langsung menetapkan tiga orang yang berhak melaju ke putaran kedua. Ketiga kandidat itu, Gunadi Handoko (Ikadin), Iwan Kuswardi dari DPC Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Malang, dan Ketua DPC Ikadin Malang Raya, Imam Hidayat. Sebelum putaran kedua ini memang diliputi ketegangan utamanya dari kubu kandidat Iwan dan Imam Hidayat, yang berusaha melobi suara dari para kandidat yang terpaksa ‘duduk manis’.  
Gunadi sendiri benar-benar menunjukan kelasnya, dia tetap anteng di kursi terdepan. Sedangkan yang bekerja melakukan lobi-lobi, dipercayakan kepada tim pemenangan yang memang paling solid sekaligus tertata. Pada putaran inipun, hasil suara Gunadi meninggalkan rival-rivalnya sekaligus melemparkan Imam Hidayat ke luar ring pemungutan suara putaran ketiga. Sehingga dalam pemungutan penentuan itu, hanya tinggal figur Gunadi dan Iwan Kuswardi.
“Kami menyerukan kepada teman-teman pendukung saya untuk mengalihkan dukungan kepada Iwan,’’ ujar Imam Hidayat.  Lagi-lagi kesolidan tim Gunadi menunjukan militansinya dengan mempertahankan jumlah suara pendukung. Sementara dukungan Iwan Suwardi mendapat suntikan dari suara pendukung Imam Hidayat yang bila dikalkulasi bisa mengunggguli suara Gunadi. Namun pemilihan yang melelahkan sekaligus memakan waktu panjang itu, menguntungkan Gunadi lantaran gerbong Imam Hidayat lebih dulu protol meninggalkan arena Muscab sebelum coblosan putaran ketiga dimulai.
Hasilnya suara Gunadi tetap utuh 93 suara, sedangkan Iwan suaranya bertambah menjadi 84. Gunadi yang telah siap dengan konsep matang melalui visi misinya itupun, terpilih menjadi Ketua DPC Peradi Malang Raya periode 2014-2018 menggantikan Sutrisno SH. Padahal, malam sebelum Muscab berlangsung, baik Gunadi, Imam Hidayat atau anggota Ikadin lainnya yang berniat maju dalam bursa pemilihan, sempat dipanggil pengurus DPP Ikadin di salah satu resto di Malang.
Dalam pertemuan yang menegangkan itu, DPP mengeluarkan sikap bahwa yang berhak maju dalam pencalonan ketua Peradi hanyalah ketua DPC Ikadin Malang. Bila tak mengubris intruksi itu, ada sanksi pemecatan. Namun, Gunadi dan Eko S Cahyono menyatakan tetap maju dengan segala resiko. Ketua DPC Ikadin Malang Raya, M.S Alhaidary mengatakan terpilihnya Gunadi akan dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi peningkatan kualitas profesi advokat sekaligus dapat menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan sesama organisasi advokat.  (lyo/mar)